TELEGRAFNEWS.COM, MINUT— Pernyataan dari Gubernur Sulawesi Utara (sulut) yang akan menangkap Gembong Mafia Solar nampaknya tak sejalan dengan kinerja Aparat Penegak Hukum (aph).
“Jangan sampai distribusi BBM yang tidak baik kemudian menghentikan ekonomi masyarakat, karena itu kita akan cari solusinya,” ucap Gubernur YSK saat diwawancarai sejumlah wartawan. Soal mafia solar? “Saya tangkap..saya tangkap,” tegas Gubernur Sulut YSK.
Perlu diketahui, di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sendiri terdapat kerajaan megah dari salah seorang jaringan mafia solar bernama Dante.
“Polisi disini (Polres Minut,-red) tutup mata pak, tiap malam aktivitasnya, ada mobil tangki kepala biru bertuliskan PT. Eskael/Eskaes yang kadang jemput barang (solar subsidi,-red) dari dalam gudang itu,” beber warga sekitar yang namanya enggan untuk disebutkan.
Dari penelusuran awak media pada Senin (29/9/2025) dini hari, dari gudang penampungan solar ilegal yang berada dengan titik kordinat https://maps.app.goo.gl/7BCCKRLm23UWpdUB7?g_st=ipc mendapati keberadaan Mobil Transportir berwarna Biru-Putih sedang menyedot solar subsidi.
“Baiknya kinerja anak buah Kapolda Irjenpol Roycke Langie di evaluasi. Kami dari masyarakat berharap Komisi 3 DPR RI bisa membahasnya di Rapat Dengar Pendapat (RDP),” jelas warga lagi.
Sementara itu, Kapolres Minahasa Utara (Minut) AKBP Aulya R.A Djabar ketika dikonfirmasi melalui nomor +62 89* 1**6***3 memilih bungkam dengan tidak membalas pesan whatsappnya menimbulkan beragam pertanyaan besar ditubuh Polda Sulawesi Utara.
Berbeda dengan pernyataan Kapolda Sulut Irjenpol Roycke Langie melalui Direktur Kriminal Khusus Kombespol FX Winardi Prabowo yang berjanji akan menindak tegas segala bentuk aktivitas solar ilegal.
“Terimakasih atas informasinya. Kami tidak main-main dan akan menindak tegas segala bentuk aktivitas solar ilegal,” tutup Kasubdit Tipidter Polda Sulut Kompol Rio Gumara ketika ditemui beberapa pekan yang lalu. (Red)













