TELEGRAFNEWS — Manado, Di tengah kebutuhan nasional akan sumber daya manusia unggul dan berintegritas, Farels Kasenda,SH., S.Psi., MH., (CH) mengambil langkah kontributif dalam mendukung penguatan jalur TNI, Polri, dan Sekolah Kedinasan (Sekdin) sebagai fondasi pembentukan generasi pengabdi bangsa. Berbekal latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Hukum dan Psikologi, Farels memadukan pendekatan akademis dan mentalitas dalam konsep pembinaannya.
Langkah ini difokuskan untuk memotivasi lahirnya basis kader muda yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara mental, disiplin, dan memiliki orientasi pengabdian kepada negara sejak usia dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Rumah Binlat, sebuah wadah edukasi yang telah dirintis Farels sejak 2013. Sebagai inisiator, Farels mendorong agar lembaga ini menjadi pusat Bimbel Manado yang fouls pada pembinaan serius bagi calon peserta seleksi Sekolah Kedinasan, TNI, Polri, hingga CPNS, dengan pendekatan yang menjunjung tinggi integritas.
Demi menjaga profesionalisme dan independensi lembaga, saat ini pengelolaan Rumah Binlat telah dijalankan secara penuh oleh manajemen profesional yang terstruktur sejak tahun 2022.
Memperkuat komitmen tersebut, Chief Operating Officer (COO) Rumah Binlat, Melky Tumpia, menegaskan bahwa sistem yang diterapkan di Rumah Binlat sangat berbeda dengan bimbingan instan. Pihaknya fokus pada manajemen pelatihan yang objektif dan transparan.

“Sesuai visi perusahaan, kami di manajemen operasional menekankan pembentukan karakter, ketahanan mental, serta disiplin sebagai satu kesatuan proses. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa yang bergabung di Rumah Binlat dipersiapkan untuk bersaing secara jujur dan berdasarkan kemampuan (meritokrasi),” ungkap Melky Tumpia, dalam keterangan resminya di Kantor Rumah Binlat, Kawasan Lion Square Blok A No. 25, Sario Tumpaan, Kota Manado.
Melky menambahkan, kehadiran Rumah Binlat sebagai salah satu referensi utama Bimbel Manado adalah upaya strategis untuk menjawab tantangan seleksi nasional yang semakin ketat.
“Tugas kami di manajemen adalah memastikan lahirnya calon aparatur negara yang berintegritas dan berdaya saing. Penguatan basis sekolah kedinasan ini kami pandang sebagai langkah preventif untuk menutup celah lemahnya kualitas calon aparatur di masa depan,” tambah Melky.
Selain fokus pada karakter, visi Farels Kasenda juga menyentuh aspek adaptasi teknologi. Ia mendorong modernisasi metode pembelajaran guna menjawab tantangan masa depan melalui pengembangan inovasi Mentor AI Casis
Aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) ini digagas untuk mengefektifkan pola belajar calon siswa dalam persiapan seleksi masuk TNI, Polri, dan Sekolah Kedinasan agar lebih terukur dan relevan dengan perkembangan zaman.
Secara luas, inisiatif yang digagas oleh Farels Kasenda dan kini dikelola secara profesional oleh tim yang dipimpin Melky Tumpia ini, diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi Sulawesi Utara.
Upaya ini menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiapkan sejak dini melalui jalur pendidikan dan pelatihan yang bermartabat.
(Win)













