TELEGRAFNEWS — MANADO – TNI Angkatan Laut mengambil langkah tegas namun adil dalam menangani insiden yang melibatkan oknum personel TNI AL dengan warga sipil di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Kamis malam (22/01/2026) pukul 23.30 WITA. Institusi ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun individu yang berada di atas hukum – baik oknum pelaku maupun hak-hak korban akan ditegakkan sepenuhnya.
Komandan Komando Daerah TNI AL VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla, menyampaikan dengan nada yang tegas dan penuh rasa tanggung jawab:
Pimpinan TNI AL telah memberikan instruksi yang jelas – setiap tindakan pelanggaran hukum oleh anggota TNI AL tidak akan pernah ditolerir. Pada saat yang sama, kita juga menjamin bahwa korban mendapatkan perlindungan penuh dan keadilan yang sesungguhnya. Oknum yang terlibat akan menjalani proses hukum yang adil namun ketat, tanpa ada pemaafan sebelum kebenaran terungkap dan putusan hukum dijatuhkan!
Saat ini, para oknum tersebut sedang menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh Polisi Militer TNI AL, dengan prinsip presumsi tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya. Setiap bukti dikumpulkan secara objektif dan teliti, setiap langkah proses dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, dan mereka akan dihadapkan pada konsekuensi yang sesuai dengan tingkat kesalahan yang terbukti.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran TNI AL. Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan personel, bukan hanya untuk mencegah kejadian serupa, namun juga untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki pemahaman yang kuat tentang tanggung jawab sosial dan ketaatan pada hukum. Hubungan tali hati dengan masyarakat adalah aset yang harus kita jaga dengan sepenuh hati!” jelasnya.
PRESS RELEASE KODAERAL VIII – KEADILAN UNTUK SEMUA BELAH PARA
Pihak Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, keluarga korban, dan seluruh masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Maaf tersebut disertai dengan tindakan konkret untuk memenuhi hak-hak korban.
Kita telah bergerak cepat untuk menstabilkan situasi – keamanan di Melonguane kini kondusif. Korban telah mendapatkan bantuan pengobatan yang optimal serta dukungan kemanusiaan sesuai kebutuhan. Selain itu, kita telah melakukan koordinasi erat dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga korban untuk memastikan bahwa sisi kemanusiaan dan restoratif dari kasus ini juga diperhatikan dengan baik, tanpa mengorbankan proses hukum yang harus berjalan secara adil dan transparan!
TNI AL mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi proses hukum berjalan dengan baik. Setiap pihak akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan kebenaran, dan seluruh proses akan diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada unsur diskriminasi atau ketidakadilan.
TNI AL adalah institusi yang ada untuk melayani dan melindungi rakyat. Kita akan menunjukkan bahwa keadilan akan ditegakkan – baik bagi masyarakat yang menjadi korban, maupun bagi anggota kita yang terbukti melakukan kesalahan. Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini!”
Proses penanganan kasus ini diawasi langsung oleh jajaran pimpinan Kodaeral VIII yang berkomitmen pada prinsip keadilan: Wadan Kodaeral VIII, Asintel Dankodaeral VIII, Kadispen, Kadiskum, dan Danpomal Kodaeral VIII.
( Win_Sky )













