Kasihan Rakyat Wori, Dua Perangkat Desa Diduga ‘Sunat’ Bantuan Stunting

TELEGRAFNEWS–Baru-baru ini, Bupati Joune Ganda terima penghargaan tingkat nasional karena dinilai berhasil menekan angka stunting di Minahasa Utara (Minut).

Ironinya, penghargaan yang diterima Joune Ganda soal penanganan stunting, tak sepenuhnya ditunjang jajarannya dalam menangani stunting sebagai persoalan nasional.

Di Desa Wori, Kecamatan Wori, ditenggarai dua perangkat desa diduga ‘menyunat’ alias memangkas bantuan nutrisi penanganan stunting kepada masyarakat.

Modusnya, mereka (dua perangkat desa) memberikan bantuan nutrisi berupa susu kepada masyarakat, namun bantuan yang diberikan tak sesuai jumlah yang sudah ditentukan.

Bantuan nutrisi pencegahan stunting berupa susu diberikan kepada anak usia 0-6 tahun dan ibu hamil, rinciannya satu orang anak sesuai anggaran yang ditetapkan, menerima bantuan senilai Rp230 ribu, jika dikonversikan ke susu, tiap anak harus mendapatkan sekitar 44 bungkus susu dancow atau susu sejenis sesuai kebutuhan anak dan ibu hamil, ternyata dua perangkat desa ini diduga menyalurkan ke penerima tak sesuai, mereka hanya memberikan 27 sampai 30 bungkus susu bahkan ada anak yang hanya menerima 16 bungkus.

“Kasihan, kami heran ada masyarakat lain anaknya menerima 44 bungkus susu, sementara saya dan warga lainya hanya menerima 27 sampai 30 bungkus susu. Saya memiliki 4 orang anak dan hanya menerima 27 bungkus susu per anak,” keluhnya sambil meminta namanya tak dipublikasi.

Menyangkut pemberian bantuan stunting kepada masyarakat yang ‘disunat’ alias tak sesuai itu, tak dibantah perangkat Desa Wori yang juga Kepala Seksi (Kasi) Kesra , Yolanda Rumajar.

Kata Yolanda, jika dia dan rekannya tidak menyalurkan 16 bungkus susu kepada penerima, namun hanya menyalurkan 27-30 bungkus saja ke tiap penerima. Alasannya, stok susu untuk bantuan nutrsi sudah habis di pasaran.

“Waktu itu, stok susuh di pasaran sudah habis. Stol susu hanya ada di Indomart dan Alfamart, harganya mahal, makanya kami hanya memberikan jumlah seperti itu ke penerima,” beber Yolanda dikonfirmasi, Sabtu (20/7) 2024, siang.

Lanjitnya, dirinya dan rekannya bukan menyunat bantuan stunting saat disalurkan, namun akan memberikan bantuan pengganti disebabkan stok susu yang habis di pasaran.

“Bantuan ini belum selesai disalurkan, kita saat itu menyampaikan akan memberikan nutrisi pengganti selain susu, seperti biskuit Regal misalnya. Tapi jika stok susu sudah ada, kita akan sampaikan ke kepala jaga untuk masyarkat bisa datang mengambil,” katanya.

Sekretaris Desa Wori, Octafia Fifi Rumambi, dikonfirmasi menjelaskan anggaran bantuan nutrsi stunting itu bersumber dari dana desa 2024. Angkanya sekitar Rp100 juta. Dan dibagi dua, tahap pertama Januari – Juni sebesar Rp45 juta dan tahap dua Juli – September.

“Untuk Desa Wori itu ada sekitar 350 penerima manfaat. Pada Juni kemarin sudah mulai disalurkan bantuan kepada penerima manfaat” bebernya.

Sekdes melanjutkan, dalam skema penyaluran kepada penerima manfaat bantuan nutrisi stunting, itu dibagi dalam 2 tim.

“Saya termasuk di salah 1 tim tersebut dan sudah menyalurkan ke tiap penerima sebanyak 44 bungkus susu per anak sesuai anggaran yang ditetapkan. Dan untuk tim saya ada sekitar 120 penerina, dan masih ada beberapa anak yang belum mengambil bantuan karena berada di luar Desa Wori,” bebernya.

Penjabat Kumtua Desa Wori, Wodi Pangkey, dikonfirmasi, juga tak menampik adanya keluhan warga soal dugaan penyalahgunaan bantuan stunting kepada masyarakat leh oknum-oknum perangkat desa.

“Saya baru beberapa hari menjabat, informasi ini sudah saya dengar dan akan ditindaklanjut lebih jauh soal kebenarannya,” ungkap Pangkey.

Menurutnya, persoalan penanganan stunting merupakan di Minut terutama Desa Wori, merupakan program penanganan prioritas bupati dan wakil bupati, sehingga harus ditunjang.

“Karenanya, penelusuran akan kami lakukan, tentunya ini bertujuan untuk mendukung penuh program Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung dalam penanganan stunting. Jika nanti ditemukan ada oknum-oknum perangkat desa yang menyalahgunakan kewenangan tentunya akan ditindak sesuai aturan,,” tegasnya.

Sayangnya, salah satu tim penyalur bantuan stunting kepada masyarakat yakni Anggraini Korompis selaku Kasi Pelayanan Desa Wori, dihubungi via aplikasi whatsupp belum berhasil dihubungi dalam kondisi tak aktif.(man/*)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sbobet