Olly Dondokambey Ajak Pemkot Bitung dan Manado Adopsi Pengelolaan Kota Oarai Jepang

Kota Oarai Jepang
Rombongan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat melhat secara detak penataan dan pengelolaan kawasan pasar ikan di Kota Oarai, Jepang.(ist)
banner 120x600

TELEGRAFNEWS—Lawatan di Jepang, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan rombongan ikut mengunjungi kawasan pasar ikan higienis dan kuliner sea food yang terletak di Kota Oarai.

Kota Oarai memang dikenal sebagai daerah perikanan dan pelabuhan, jumlah penduduknya sekitar lima belas ribu jiwa, sekitar 10 persen warganya berasal dari Sulut.

Jajanan kuliner dan sea food mudah dijumpai pengunjung saat berada di Kota yang merupakan bagian dari Prefektur Ibaraki.

Di Kota Oarai, Gubernur Olly dan rombongan ikut menikmati kelezatan menu ikan dan sea food seperti ikan salmon, tiram, udang, cumi dan beragam jenis sea food lainnya, yang dijual berjejaran dan tertata rapi.

Pengelolaan Pasar ikan di Kota, sangat baik dan higienis, aroma amis ikan sampai-sampai tak tercium di lokasi pasar maupun area berjualan. Penataannya sangat rapi dan bersih, membuat pengunjung sangat nyaman saat berada di lokasi tersebit.

Gubernur Olly Dondokambey, berharap pemerintah Kota Manado dan Bitung, bisa belajar dari penataan dan pengelolaan pasar tradisional yang ada di Oarai.

”saya kira pengelolaan perikanan, pelabuhan dan kuliner di Kota Oarai wajib di adopsi kepala daerah. Tentu ini juga sangat menunjang peningkatan sektor pariwisata,” harap gubernur.

Wal iKota Manado Andrei Agouw, menjelaskan, ke depan akan berupaya membenahi infrastruktur penunjang di bidang perikanan di Kota Manado, begitu halnya soal pengelolaan kuliner dengan mendorong masyarakat dan pelaku usaha mengutamakan kebersihan.

”saya akan berusaha membenahi infrastruktir, terutama tempat pengelolaan ikan dan pasar di Manado, tentu masih berharap sokongan bantuan pemerintah provinsi dan pusat, serta seluruh masyarakat,” katanya.

Maurits Mantiri, Walikota Bitung,  mengatakan sebagai kota perikanan, memang Kota Oarai identik dengan Bitung, namun yang menjadi pekerjaan rumah terbesar adalah soal kebersihan.

”Budaya bersih dan disiplin masih menjadi kelemahan masyarakat kota bitung pada umumnya. Untuk itu ya, saya tentu akan berusaha secara intens mensosialisasikan pentingya berbudaya bersih, sehingga kesadaran masyarakat bisa lebih meingkat, ” beber Mantiri.

Kenny Nanik, salah satu pengusaha yang dibawa gubernur ke Jepang, mengaku senang karena dibukanya akses Manado-Narita Tokyo Jepang, ikut memudahkan pengusaha melakukan pengiriman produk perikanan ke Jepang.

”Saya senang dan mengapresiasi pak gubernur, telah memfasilitasi direct flyght Narita-Tokyo Jepang. Kami para pengusaha sangat- sangat terbantu adanya kemudahan akses transportasi udara yakni dengan sistem perdagangan direct call,” ujarnya.(man/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *