Melalui Panggung Remaja ke Gerakan Nyata, Anik Yulius Selvanus Dorong Generasi Muda Jadi Garda Depan Lawan Stunting

TELEGRAFNEWS–Upaya menekan angka stunting di Sulawesi Utara kini semakin mengarah pada pendekatan yang lebih mendasar: membangun kesadaran sejak usia muda. Di ruang yang dipenuhi semangat dan kreativitas generasi muda, Ketua TP PKK Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, hadir bukan sekadar sebagai tamu, tetapi sebagai penggerak gagasan.

Keterlibatannya sebagai juri kehormatan dalam Grand Final Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Manado Town Square, Jumat (24/) 2026, menjadi penegasan bahwa perang melawan stunting membutuhkan strategi yang lebih segar, inklusif, dan menyentuh langsung kelompok usia remaja.

Lebih dari sekadar seremoni, kehadiran istri Gubernur Sulut Yulius Selvanus ini memancarkan pesan kuat: pencegahan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada intervensi saat kehamilan, tetapi harus dimulai jauh sebelumnya dari fase kehidupan remaja.

Anik Yulius Selvanus melihat generasi muda bukan sebagai objek program, melainkan subjek utama perubahan. Mereka diposisikan sebagai garda terdepan dalam memutus rantai stunting, melalui pengetahuan, kesadaran, dan aksi nyata di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pendekatan kepada remaja harus mengikuti dinamika zaman. Edukasi tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, hingga pola hidup sehat perlu disampaikan dengan cara yang kreatif dan mudah diterima, agar tidak berhenti sebagai informasi, tetapi menjadi kebiasaan.

“Remaja hari ini adalah penentu kualitas generasi masa depan. Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan yang cukup sejak dini, agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tegas Anik Yulius Selvanus.

Ia juga menekankan bahwa fondasi keluarga sehat dibangun jauh sebelum pernikahan terjadi. Kesiapan fisik, mental, dan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi menjadi titik awal yang menentukan kualitas generasi berikutnya.

Di bawah perhatian Anik Yulius Selvanus, ajang pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja berkembang menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ia menjelma sebagai ruang edukasi yang hidup tempat ide, kepedulian, dan kreativitas bertemu.

Para peserta tidak hanya tampil secara visual, tetapi juga ditantang untuk menghadirkan gagasan yang kuat serta kemampuan mengomunikasikan isu stunting secara kreatif dan berdampak. Dari sinilah lahir wajah-wajah muda yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga sadar akan tanggung jawab sosialnya.

Antusiasme peserta dari berbagai kabupaten dan kota menjadi sinyal bahwa gerakan ini mulai bergaung luas. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan generasi muda pun semakin solid, membentuk ekosistem yang mendukung percepatan penurunan stunting.

Melalui momentum ini, Anik Yulius Selvanus berharap para duta terpilih tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Dengan pendekatan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan berorientasi masa depan, optimisme pun tumbuh, Sulawesi Utara bukan hanya mampu menekan angka stunting, tetapi juga menjadi contoh bagaimana generasi muda diberdayakan sebagai kunci utama perubahuan.(man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *