Telegrafnews.com, Minahasa— Puluhan masyarakat langsung menduduki lahan yang dicanangkan sebagai lokasi destinasi wisata paralayang di desa Koha Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.
“Kami sudah muak dengan aktivitas disini. Sudah sepekan terakhir air bercampur becek, hutan sekitar sudah gundul usai diobrak-abrik, ini bisa jadi terancam pidana karna berdampak bagi hajat hidup orang banyak,” ujar Jefrry bersama masyarakat sekitar pada Sabtu (18/4/2026) siang.
Informasi yang dirangkum, warga sekitar juga tidak pernah diberitahu akan adanya kegiatan yang telah merusak lingkungan hingga berdampak ke fasilitas air bersih tersebut.
“Kami minta pak (WL,red-) bertanggung jawab dan Dinas terkait harus duduk bersama masyarakat,” beber warga sekitar.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Fransciscus Enoch yang mendengarkan aspirasi dari masyarakat tersebut langsung menghubungi pihak pengelola lokasi dan berjanji akan mendampingi untuk mencari solusi.
“Terimakasih aspirasi dari teman-teman semua, tadi sudah dengar sendiri beliau akan segera bertatap muka dengan masyarakat untuk duduk dan membahas seperti apa kedepannya,”tutupnya. (Red)













