TELEGRAFNEWS — Pencapaian akademik tertinggi yang diraih Bupati Minahasa Utara mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Minut, Edwin Nelwan, yang menilai disertasi Bupati Minahasa Utara Joune Ganda memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kawasan metropolitan di wilayah utara Sulawesi.
Menurut Nelwan, penelitian atau Disertasi Bupati Joune Ganda yang mengangkat penerapan atau Rekonstruksi Model Ganda pengembangan dari model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Hom (1975), sebagai strategi implementasi kebijakan pengembangan pariwisata kawasan Metropolotan Bimindo di Sulawesi Utara, memiliki nilai strategis karena menawarkan pendekatan integratif antara kebijakan pembangunan daerah dan penguatan tata kelola kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
Konsep Ganda yang diusung bupati dalam disertasinya, yakni : Goals dan sustainable development, Agile governance, Networking colaboration, Digital inovation, Adaptive leadership (GANDA) dalam pengembangan kawasan Pariwisata BIMINDO, menunjukan bahwa kajian akademiknya sangat mendalam dan jika dikelola secara maksimal, tentu membawa dampak luar biasa yang bisa dirasakan masyakarat tak hanya di Bitung, Minut dan Manado namun bisa diimplementasikan secara keseluruhan di wilayah Sulut.
“Konsep kajian Ganda pengembangan BIMINDO ini menurut hemat saya tak hanya menjadi dokumen akademik semata, namun memiliki metode penelitian mendalam, serta berbasis pada penyelesaian pemecahan masalah yang mengarah pada keberlanjutan pembangunan. Ini sngat baik dan bisa dijadikan dokumen dalam konsep pembangunan daerah di tiga kawasan tersebut, dalam menopang laju pembangunan dan kesejahteraan rakyat Sulut,” beber Nelwan.
“Disertasi ini tidak hanya memiliki kekuatan akademik, tetapi juga relevan secara praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan kawasan metropolitan yang terintegrasi, di wilayah Sulawesi Utara yaitu Kota Bitung, Kabupaten Minut dan Kota Manado atau BIMINDO,” ujar Edwin Nelwan.
Ia menjelaskan, konsep BIMINDO yang mencakup wilayah Bitung, Minahasa, dan Manado dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Karena itu, pendekatan model ganda yang dikaji dalam disertasi tersebut dianggap mampu menjembatani kebutuhan pembangunan infrastruktur, investasi, serta penguatan kapasitas pemerintahan daerah.
Nelwan yang juga ketua DPD II Golkar Minut ini menilai, penelitian yang dilakukan Joune Ganda juga menunjukkan bagaimana pendekatan akademik dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan publik. Hal ini penting agar arah pembangunan tidak hanya bersifat politis, tetapi juga berbasis riset dan analisis ilmiah.
“Ketika seorang kepala daerah mampu mengintegrasikan penelitian akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah, maka kebijakan yang dihasilkan akan lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Joune Ganda resmi meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang membahas strategi pengembangan kawasan metropolitan BIMINDO melalui pendekatan model ganda. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya sinergi antarwilayah dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perkotaan yang terhubung secara ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan.
Bagi Nelwan, capaian akademik tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen pemimpin daerah dalam memperkuat basis keilmuan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Ini menjadi contoh bahwa pemimpin daerah tidak hanya bekerja di ranah birokrasi dan politik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung pada pembangunan daerah,” ujarnya.
Dengan kajian tersebut, diharapkan konsep pengembangan kawasan metropolitan BIMINDO dapat menjadi model kolaborasi pembangunan antarwilayah di Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Berikut beberapa kesimpulan dan saran yang disampaikan Bupati Jouen Ganda dalam mempresentasekan disertasinya, dihadapan para guru besar dan professor yang ada di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) :
KESIMPULAN:
Implementasi kebijakan pengembangan pariwisata kawasan Metropolitan BIMINDO di Provinsi Sulawesi Utara belum optimal, ditinjau dari dimensi Implementasi kebijakan.
Terdapat factor pendukung dan penghambat impelementasi kebijakan pengembangan pariwisata kawasan metropolitan Bimindo di Sulawesi Utara
Rekonstruksi model ganda pengembangan dari model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Hom (1975), sebagai strategi implementasi kebijakan pengembangan pariwisata kawasan Metropolotan Bimindo di Sulawesi Utara.
SARAN :
Penguatan standar dan sasaran, optimalisasi sumber daya , komunikasi antar stake holder, peningkatan kinerja, penetapan kondisi lingkungan sosial ekonomi dan politik
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten / Kota di kawasan Metropolitan BIMINDO perlu meningkatkan factor pendukung, serta mengatasi permasalahan.
Upaya peningkatan pengembangan pariwisata kawasan Metropolitan BIMINDO merujuk pada implementasi model ganda.
(man/*)













