TELEGRAFNEWS–Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), menatap tahun anggaran 2026 dengan keyakinan baru.
Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp100 miliar dipatok bukan sekadar angka ambisius, melainkan sebagai wujud komitmen memperkuat kemandirian fiskal daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kepala Dispenda Minut, Christian Katuuk, menegaskan, strategi pencapaian target tersebut tidak hanya bertumpu pada intensifikasi penagihan, tetapi juga pada pendekatan edukatif kepada wajib pajak.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pajak daerah bukan beban, melainkan kontribusi nyata untuk pembangunan,” ujarnya, Rabu (18/2) 2026.
Edukasi dan Digitalisasi Jadi Kunci
Sepanjang 2025, kata dia, Dispenda mulai memperluas sosialisasi pajak hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pendekatan ini dinilai efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pajak hotel, restoran, PBB-P2, hingga pajak hiburan.
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran menjadi prioritas. Integrasi kanal pembayaran non-tunai diharapkan mempermudah transaksi, meminimalisasi kebocoran, serta meningkatkan transparansi.
“Dengan sistem yang lebih akuntabel, pemerintah daerah optimis potensi pajak dapat tergali maksimal,” bebernya.
Sinergi dan Pendataan Ulang Potensi Pajak
Langkah lain yang ditempuh adalah pemutakhiran basis data objek dan subjek pajak. Dispenda bekerja sama dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan setiap potensi yang selama ini belum terdata dapat dioptimalkan secara legal dan proporsional.
Di sektor pariwisata dan properti, misalnya, pertumbuhan investasi di wilayah pesisir dan kawasan penyangga Manado dinilai sebagai peluang peningkatan PAD. Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk taat pajak dengan prinsip kemitraan, bukan represif.
PAD untuk Kesejahteraan Publik
Target Rp100 miliar tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi lokal. PAD yang kuat akan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat dan memberi ruang fiskal lebih luas bagi daerah.
“Setiap rupiah pajak kembali ke masyarakat dalam bentuk jalan yang lebih baik, layanan kesehatan yang terjangkau, dan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” tambahnya.
Dengan strategi terukur, transparansi pengelolaan, serta dukungan masyarakat, Dispenda Minut optimis target PAD 2026 bukan sekadar proyeksi, melainkan capaian realistis demi kemajuan daerah.
Angka itu sangat mendasar, sebab sejak Dispenda Minut terbentuk pada Maret 2023 saja target PAD sebesar Rp65 miliar dan pada perubahan anggaran tahun yang sama itu dinaikan menjadi Rp85 miliar dan terpenuhi
“Pun pada tahun 2024 – 2025 itu, target PAD masih tetap diangka Rp85 miliar. Dan di 2026 mengalami kenaikan hingga Rp100 miliar, dan kami optimis tercapai, sebab di posisi Februari saat ini dari targer Rl100 miliar sudah ada sekitar 10 persen capaian pendapatan,” tutupnya.(man/*)













