“Kapolda Sulut Irjen Roycke Harry Langie Pimpin Wisuda Purnabakti 145 Personel: Momen Haru Pengabdian Tanpa Batas”

TELEGRAFNEWS — MANADO — Suasana haru menyelimuti Mapolda Sulawesi Utara saat Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin langsung Wisuda Purnabakti 145 personel Polri, periode November 2024 hingga November 2025, Rabu (10/12/2025).

Upacara purnabakti dimulai dengan syukuran di Aula Catur Prasetya, lalu dilanjutkan dengan prosesi pelepasan di lobi lantai 1 Mapolda Sulut, dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda, Bhayangkari, serta para personel Polri dan PNS Polri yang memasuki masa purnabakti bersama keluarga.

Dalam amanatnya, Kapolda Sulut menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi penghormatan setinggi-tingginya kepada para senior yang telah mengabdikan hidupnya untuk institusi Polri.

> “Hari ini adalah momentum yang sangat istimewa. Kita berkumpul untuk memberikan penghargaan kepada para panutan kita yang telah mengabdikan diri dengan kesetiaan, disiplin, dan dedikasi yang luar biasa, khususnya bagi Polda Sulawesi Utara,” ujar Irjen Roycke dalam sambutannya.

Kapolda menambahkan, wisuda purnabakti sekaligus menjadi upaya memperkuat hubungan emosional antara purnawirawan dan personel yang masih aktif, sebagai generasi penerus yang akan menjaga estafet pengabdian kepada bangsa dan negara.

Secara keseluruhan, terdapat 145 personel yang memasuki masa purnabakti pada periode ini, terdiri dari 129 anggota Polri dan 16 PNS Polri.

Irjen Roycke menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas bakti para purnawirawan selama bertugas.

> “Selamat memasuki masa purnabakti. Terima kasih atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi yang telah diberikan,” tuturnya.

Kapolda juga berharap para purnabakti tetap terus berkarya di tengah masyarakat serta mendukung program-program pemerintah.

> “Senantiasa menjadi motivator, contoh, dan teladan yang baik. Terus jaga komunikasi yang harmonis dengan institusi Kepolisian,” pesan Kapolda.

Prosesi berlangsung hangat dan penuh penghormatan, menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang Bhayangkara tidak berakhir meski telah melepas seragam.

(Win_Sky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *