Minahasa Utara, – TELEGRAFNEWS –
5 November 2025. Progres Talut penanganan longsor di ruas Jalan Kema–Rumbia, Kabupaten Minahasa Utara, kini mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan talut penahan longsor yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah I tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
Data Teknis Proyek, Berdasarkan informasi dari dokumen pekerjaan, proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.312.750.000.
Pekerjaan dengan masa kerja 180 hari kalender.
Paket pekerjaan mencakup:
Pembangunan talut penahan tanah sepanjang ±40 meter,
Pengecoran bahu jalan dan perkuatan pondasi di area terdampak longsor,
Pekerjaan drainase pengarah air permukaan untuk mencegah erosi susulan.
Pantauan Lapangan: Pekerjaan Hampir Rampung
Hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan bahwa struktur talut beton bertulang telah hampir rampung seluruhnya. Sementara proses pengecoran bahu jalan dan finishing drainase masih berlangsung sesuai spesifikasi teknis.
Kondisi lapangan kini tampak jauh lebih stabil dibanding beberapa bulan sebelumnya, di mana longsor sempat mengganggu akses transportasi warga.
Konfirmasi Resmi Kasatker BPJN Sulut
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kasatker Wilayah I BPJN Sulut, Ir Ringgo Radetyo ST MEng IPM, ASEAN Eng. Membenarkan capaian tersebut dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
“Progresnya sudah sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir Desember 2025,” ujar Ringgo.
Ringgo juga menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan spesifikasi teknis dan pedoman konstruksi nasional.
“Semua pekerjaan kami pastikan mengikuti standar teknik yang berlaku. Kami terbuka terhadap setiap bentuk pengawasan publik. Jika ada pihak yang ingin mengetahui detail teknis, silakan menghubungi kami langsung. Prinsip kami adalah transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.
Aspek Investigatif: Publik Diminta Awasi Mutu dan Ketepatan Waktu
Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa progres pekerjaan cukup cepat dan sesuai target. Namun, mengingat nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp 5 miliar serta fungsinya sebagai jalur vital penghubung antarwilayah Kema–Rumbia, para pemerhati infrastruktur menilai pengawasan publik tetap harus diperkuat agar mutu dan volume pekerjaan benar-benar sesuai kontrak.
Proyek talut penahan longsor ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses jalan nasional, tetapi juga menjadi contoh penerapan konstruksi yang akuntabel dan berkualitas di wilayah Sulawesi Utara.
Jika penyelesaian berjalan sesuai rencana, ruas Jalan Kema–Rumbia diperkirakan kembali aman dan fungsional penuh sebelum pergantian tahun 2025. (Win_Sky)











