Pemulihan Bencana Likupang, Joune Ganda Gelontorkan Rp1,6 Miliar BTT Untuk Rakyat

Joune Ganda
Bupati Joune Ganda turun langsung ke lokasi bencana, dan meminta pada OPD agar bekerja cepat melakukan penanganan pascabencana guna membantu masyarakat.(ist)
banner 120x600

TELEGRAFNEWS—Anggaran sebesar Rp 1,6 miliar melalui dana Belanja Tidak Tertuga (BTT) digelontorkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut), untuk penanganan pascabencana di Likupang yang terjadi Minggu (7/4) 2024.

Penetapan anggaran tersebut disampaikan Bupati Minut Joune Ganda ketika memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) terkait penanganan pascabencana, Kamis (11/4/2024), pukul 19.00 Wita.

Rapat yang digelar secara daring itu merupakan kali kedua dilaksanakan, dengan dihadiri Wakil Bupati Kevin Lotulung, Sekretaris Daerah (Sekda) Minut Novly Wowlong, serta jajaran pejabat eselon II dan Direktur PDAM Airmadidi.

“Fokus kita yaitu terkait dengan penanganan jalan dan jembatan yang terputus, ketersediaan logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir, ketersediaan air bersih dan pengelolaan angggaran penanganan bencana dan pengelolaan dana BTT secara tepat,” ujar Bupati Joune Ganda.

Selain Dana BTT sebesar Rp1.668.486.911, ada juga dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp250 juta.

“Agar pengelolaan sesuai aturan dimana proposal yang dibuat sesuai ketentuan, dan semua harus dirinci secara detail kebutuhan yang menjadi prioritas serta semua kegiatan baik format, tata cara didokumentasikan dengan baik dan otentik mulai dari pengambilan anggaran, pengadaan, penggunaan, pengeluaran dana, pelaporan sampai pada hasil pekerjaan di dokumentasikan,” pesannya.

Bupati Joune Ganda dalam rapat memberikan arahan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tetap melakukan tugas dengan bergerak cepat sesuai tugas dan fungsi dan tanggungjawab.

Ia juga memerintahkan kepada para camat agar usulan perbaikan kerusakan harus dikawal dan dimonitor sejauh mana tindaklanjut penanganannya.

“Jangan hanya sampai diusulkan tapi tidak dikawal. Selanjutnya apabila alokasi angggaran yang disiapkan belum tercapai sepenuhnya, para camat dapat menggerakkan masyarakat atau menggunakan dana desa untuk penanganan yang skala desa contoh jembatan kecil yang terputus serta jalan perkebunan yang rusak,” tambah Joune Ganda.

Adapun hasil kerja sepekan ini, dilaporkan bahwa beberapa titik jalan yang sempat tertutup material longsor seperti kayu, tanah dan batu, sudah dibersihkan.

Hanya saja, jalan utama antara Desa Batu dan Kokoleh II yang terputus, belum dapat dilalui. Untuk mengatasi masalah ini, akan dilakukan pembuatan jalan alternatif di samping jalan yang putus dengan meminjam lahan milik masyarakat. Pengerjaan jalan alternatif tersebut akan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minut.

Di sisi lain terkait bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana, dilaporkan bahwa sejauh ini telah cukup, dan sudah tidak ada masyarakat yang menempati lokasi pengungsian, beberapa diantaranya kembali ke rumah masing-masing yang telah dibersihkan, dan sebagian memilih tinggal bersama keluarga.

Ia meminta hidran mobil tangki tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sambil menunggu penyelesaian perbaikan beberapa titik jalur pipa terputus yang tengah dikerjakan Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Sulut (BPPW).

“PDAM berkoordinasi dengan BPPW untuk pengadaan air bersih melalui mobil tangki sambil tetap melakukan perbaikan jaringan pipa yang terputus kemudian alokasi anggaran operasional di lapangan perlu diperhatikan karena ini juga sangat penting dan diberikan kepada mereka yang benar-benar melaksanakannya dan setiap hari,” pesan Joune Ganda.

Di akhir Rakorev, Joune Ganda meminta OPD teknis dan para camat agar melaporkan perkembangan penanganan melalui Sekda Minut.(man/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *