TELERAFNEWS – Akibat terjangan banjir yang melanda wilayah Dumoga Raya beberapa hari terkahir, mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan yang ditanggung oleh para petani.
Kerugian yang nampak saat dirasakan Jeri Temo., warga Desa Mekaruo, Kecamatan Dumoga Barat, Bolaang Mongondow (Bolmong).
Dirinya hanya bisa mengelus dada dan terima dengan lapang dada, Jeri pun menarik nafas panjang saat melihat sawah miliknya seluas 5 hektar yang ditanami padi dan diperkirakan akan siap panen bulan depan, nakmun siapa nyana, terpaksa harus dipanen sebelum matang akibat diterjang banjir yang terjadi beberapa hari lalu.

“Di wilayah sini, lahan sawah yang digarap ada puluhan hektar termasuk milik saya 5 hektar. Saya berharap bulan depan sudah bisa panen, nakmun karena terjangan banjir, terpaksa saya harus panen lebih awal sebelum matang,” ujar Jeri.
Jeri pun mengeluhkan kerugian yang dialaminya akibat gagal panen.
“Dengan keadaan seperti ini saya dan para petani lainnya mengalami kerugian. beberapa yang benar – benar gagal panen total. Masih sedikit beruntung saya masih bisa panen walau harus di ambil tindakan panen lebih awal daripada lebih rusak. Nakmun dengan kwalitas beras nanti sangat menurun dan akan mempengaruhi harga jual. Ada juga kerugian lain, jika saat panen kami menggunakan tractor., nakmun karena diterjang banjir maka kami melibatkan tenaga harian orang kerja, sehingga ditaksir kerugian hampir ratusan juta,” keluh Jeri.

Ia pun berharap kepada pemerintah, agar dapat memperhatikan nasib para petani yang terdampak banjir.
“Saya dan para petani lainnya, berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para petani yang gagal panen, akibat terjangan banjir,” harapnya.
Terkait gagal panen yang dialami para petani yang terdampak banjir di Dumoga Raya, Penjabat Bupati Bolaang Mongondow, Jusnan Mokoginta., saat berkunjung di lokasi menyampaikan akan bekoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar memperhatikan nasib para petani yang megalami kerugian akibat bencana alam dan non alam seperti serangan hama, lewat Asuransi Petani Gagal Panen.
“Kami bersama Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB), sudah meninjau langsung lokasi perkebunan dan pertanian yang terdampak banjir, terutama petani sawah padi yang mengalami gagal panen. Kami Pemkab Bolmong, melalui Dinas Pertanian akan mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk memberikan memperhatikan nasib para petani yang mengalami gagal panen dengan diberi jaminan berupa asuransi bagi para petani yang gagal panen, apa terlebih Bolmong adalah lumbung pangan Sulawesi Utara,” tandas Bupati.

Dibawah ini kami lampirman data kerugian yang dialami di sektor pertanian akibat terjangan banjir:
https://us.docworkspace.com/d/sILeS2_4dxreDtAY?sa=cl
https://us.docworkspace.com/d/sILeS2_4dxreDtAY?sa=cl
https://us.docworkspace.com/d/sICiS2_4dlrqDtAY?sa=cl
Dee.













