PLN Sediakan Unit 70 SPKLU Ultra Fast Charging Dalam Agenda G20 di Bali

Kendaraan Listrik
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mendampingi Wakil Presiden K.H Ma'ruf Amin saat meninjau langsung kesiapan SPKLU di Nusa Dua, Bali.
banner 120x600

TELEGRAFNEWS—Sukseskan puncak acara Presidensi G20 pada November mendatang di Bali, PLN menyiapkan 70 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) Ultra Fast Charging.

“Sebanyak 70 SPKLU Ultra Fast Charging ini disebar di dua lokasi yakni 28 unit di Hotel Apurva Kempinski dan 38 unit ada di ITDC Nusa Dua. PLN juga menyiapkan 4 unit SPKLU yang dapat direlokasi sesuai dengan kebutuhan,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mendampingi Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin saat meninjau langsung kesiapan SPKLU di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/08/2022).

Darmawan menjelaskan, SPKLU Ultra Fast Charging memiliki sejumlah keunggulan. Pengisian penuh mobil listrik dengan kapasitas di atas 80 kilo Watt hour (kWh) bisa dilakukan hanya dalam waktu 15-30 menit dari posisi kosong. Tak hanya itu saja, SPKLU dengan daya 200 kilo Watt (kW) ini juga dilengkapi dengan fitur Simultan Charger sehingga dapat mengisi 2 unit kendaraan secara bersamaan.

PLN juga menyiapkan 21 unit SPKLU Fast Charging tersebar di 15 lokasi di Pulau Bali. Kemudian, selain itu disediakan juga 200 unit Home Charging untuk menunjang kegiatan.

“Tak hanya melayani 492 mobil listrik yang digunakan delegasi, SPKLU ini juga bakal melayani 124 kendaraan pengamanan dan operasional serta 290 unit motor listrik yang digunakan patwal selama kegiatan KTT G20,” tuturnya.

Dia menambahkan, kehadiran SPKLU ini tidak hanya untuk pertemuan G20 tapi nantinya bisa digunakan untuk masyarakat. Jadi, Bali merupakan salah satu destinasi wisata dunia memiliki keunggulan tambahan yakni udara yang bersih karena berkembangnya kendaraan listrik.

“Para turis yang datang Bali akan merasakan udara yang bersih karena masifnya kendaraan listrik yang ditopang dengan hadirnya SPKLU dari PLN,” pungkasnya.(man/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.