Kepada Media di Rusia, Olly Dondokambey Beber Peluang Berinvestasi di Sulut

Gubernur Sulut membeberkan potensi dan peluang investasi di Sulut saat menjadi nara sumber salah satu media masa di Rusia.(ist)
banner 120x600

TELEGRAFNEWS—Kunjungan kerja di Rusia, benar-benar dimanfaarkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dalam upaya menunjang kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan itu, Olly Dondokambey mendapat kepercayaan khusus menjadi narasumber di media terbesar Rusia Grup Media Internasional Rossiya Segodnya.

Lewat awancara interaktif dan mengedukasi, Olly Dondokambey mengupas tuntas peluang-peluang investasi dari berbagai sektor termasuk pariwisata di Daerah Nyiur Malambai.

Kata Gubernur Olly saat ini dengan dibukanya kembali penerbangan dari Rusia ke Indonesia jumlah wisatawan asal Rusia ke Indonesia diharapkan akan bertambah. Sulut kata dia, dapat menjadi destinasi wisata bagi wisatawan asing khususnya asal Rusia.

Masyarakat Sulut kan dengan senang hati menyambut wisatawan dari Russia, Kyrgyz, Armenia, Belarus dan Kazakhstan. Sulut, kurang lebih 95 destinasi wisata yang menawarkan pengalaman wisata bahari, pertanian, cagar alam, taman konservasi, olahraga dan adrenalin, religi, sejarah dan budaya.

“Kesemuanya itu pasti akan memberikan pengalaman yang berkesan kepada wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara,” kata Olly Dondokambey dalam wawancara.

Lanjutnya, untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Sulawesi Utara seperti sebelum pandemi, kami terus berusaha membuka jalur penerbangan langsung dari bandar udara luar negeri ke bandar udara internasional Sam Ratulangi di Sulawesi Utara.

“Belum lama ini kami membuka penerbangan dari Narita, Jepang dan Incheon, Korea Selatan. Sebelum pandemi, ada penerbangan langsung dari delapan provinsi di Tiongkok yang mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara yang datang dari sekitar empat puluh ribuan menjadi seratus lima puluh ribuan per tahun,” bebernya.

Kata Gubernur Olly Dondokambey, pendekatan yang Sulut gunakan adalah lebih kepada Pembangunan kepariwisataan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Untuk itu kami telah menyiapkan cetak biru pembangunan kepariwisataan pada 95 destinasi wisata di Sulawesi Utara dimana selain kami mengembangkan prasarana dan fasilitas, kami juga melakukan pengendalian pengembangan bagi destinasi yang sudah melampaui ambang batas daya dukung lingkungan melalui penyusunan regulasi perizinan untuk menjaga daya dukung lingkungan,” sambungnya lagi.

Soal Proyek infrastruktur apa di Sulawesi Utara yang mungkin menarik bagi investor Rusia ? menurut Gubernur Olly Visi Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di Asia dan Pasifik diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur dan pembangunan kepariwisataan. Untuk itu kami menawarkan kesempatan kerjasama investasi di bidang infrastruktur dan kepariwisataan di Sulawesi Utara.

Adapun beberapa proyek pembangunan infrastruktur dan kepariwisataan yang direncanakan antara lain Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang, Kawasan Industri Mongondow, Bitung International Hub Port, Jembatan Bitung-Lembeh, Jalan Tol Manado-Amurang, Jalur Kereta Api Manado-Bitung, Manado Outer Ringroad III, dan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik.

“Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas pelayanan dan fasilitas fiskal kepada investor yang ingin berinvestasi di Sulawesi Utara. Dalam kurun waktu 2019 hingga 2022 hampir empat miliar US dollar penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing yang masuk ke Sulawesi utara diantaranya di Sektor Pertambangan, Real Estate, Telekomunikasi, Listrik, Hotel, Konstruksi, Industri Makanan dan Industri mineral non logam (semen),” ujarnya.

Disinggung Apa yang jangan dilakukan ketika berkunjung di Sulawesi Utara ? Kata Gubernur Olly Sulut alamnya indah, orang-orangnya ramah dan bersahabat. Sulut adalah provinsi kepulauan, terdiri dari dua ratus delapan puluh delapan pulau, yang memiliki posisi strategis secara geografis sebagai gerbang Indonesia di Asia dan Pasifik.

2.6 juta masyarakat Sulut hidup harmonis dalam keberagaman suku, agama dan budaya di wilayah administrasi pemerintahan yang terbagi dalam sebelas kabupaten dan empat kota seluas empat belas ribu lima ratus kilometer persegi.

Kerukunan dalam keragaman masyarakat Sulawesi Utara tersebut menjadi modal dasar ekonomi Sulut  untuk terus bangkit setelah pandemi. Sektor-sektor ekonomi terus bergerak. Tanaman Pangan, Tanaman Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, Panas Bumi, Pertambangan, Industri Makanan dan Minuman, Industri mineral bukan logam, Percetakan, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Angkutan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan, Real Estate, Pelayanan Publik, Pendidikan, Kesehatan dan sektor-sektor lainnya berkontribusi terhadap total Produk Domestik Bruto senilai sepuluh koma lima milliar US Dollar di tahun 2022.

Peningkatan produksi sektor-sektor ekonomi tersebut membawa ekonomi Sulawesi Utara tumbuh di atas rata-rata nasional dengan inflasi terjaga di bawah rata-rata nasional. Demikian juga capaian indeks pembangunan manusia terus meningkat dan tetap berada di atas rata-rata nasional.

Ditanya pendapat Anda apakah ada kemungkinan kerjasama antara provinsi Sulawesi Utara dan kota/wilayah di Rusia. Jika ya, kota/wilayah yang mana? Gubernur OD sapaan akrabnya mengatakan Pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu misi utama Pemerintah Sulut.

Untuk itu selain kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata dan pemerintahan, kami juga mendorong Universitas yang ada di Sulawesi Utara untuk dapat bekerjasama di bidang pendidikan dengan Universitas yang ada di kota/wilayah di Rusia.

Belum lama ini kami menginisiasi kerjasama pemerintahan dengan Provinsi Anhui di Tiongkok dan kerjasama Pendidikan antara Universitas Sam Ratulangi Manado dan Wuhu Institute of Technology di Anhui. Semoga ke depan dengan hadirnya investasi dari Rusia di Sulawesi Utara, kerjasama di bidang lain dapat terwujud.(man/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jang Cari Gampang Bosku.