TELEGRAFNEWS– Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, akan menjadi panggung nasional diskursus lingkungan hidup melalui ajang Green Press Community (GPC) 2026 yang digelar The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ), Sabtu, 7 Februari 2026.
Forum ini menghadirkan jurnalis lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia untuk membedah isu-isu krusial seputar krisis ekologi, khususnya yang mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sejumlah agenda utama berupa konferensi, workshop, dan talkshow akan mewarnai perhelatan yang untuk pertama kalinya digelar di luar Pulau Jawa.
Ketua Umum SIEJ, Joni Aswira Putra, menyampaikan bahwa penunjukan Minahasa Utara sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai merepresentasikan tantangan nyata yang dihadapi daerah pesisir dan kepulauan di Indonesia.
“GPC 2026 diselenggarakan di Minahasa Utara karena daerah ini memiliki pulau-pulau kecil sekaligus menjadi kawasan penghubung strategis antara Manado dan Bitung. Ini sangat relevan dengan tema yang kami angkat,” ujar Joni dalam rapat pengurus SIEJ bersama koordinator simpul dan ketua SIEJ daerah se-Indonesia, Minggu (25/2/2026).
Tema “Jurnalisme Menyelamatkan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil” menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan GPC tahun ini. Menurut Joni, pelaksanaan GPC di luar Jawa juga dimaksudkan untuk mendorong agar isu-isu lingkungan di daerah tidak terus terpinggirkan dari wacana nasional.
GPC 2026 akan melibatkan lintas pemangku kepentingan, mulai dari jurnalis, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, aktivis lingkungan, mahasiswa, hingga pelaku usaha. Dialog lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan perspektif kritis sekaligus solusi konkret atas krisis lingkungan yang kian kompleks.
Ketua Panitia GPC sekaligus Ketua RUA SIEJ, Yoseph E. Ikanubun, menegaskan bahwa selain isu nasional, forum ini juga akan memberi perhatian khusus pada persoalan lingkungan di Sulawesi Utara, terutama yang berkaitan dengan pesisir, pulau kecil, dan aktivitas pertambangan.
“Isu lingkungan, pertambangan, dan pulau-pulau kecil merupakan persoalan yang sangat aktual di Sulut. Kehadiran Gubernur Sulut sebagai keynote speaker diharapkan dapat memaparkan arah kebijakan pemerintah daerah terkait perlindungan lingkungan,” kata Yoseph.
Selain Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Utara Joune JE Ganda dijadwalkan tampil sebagai pembicara dalam talkshow yang membahas dinamika pulau-pulau kecil, termasuk Pulau Bangka yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.
Koordinator GPC, Themmy Doaly, menjelaskan bahwa acara akan dibuka dengan opening ceremony yang menghadirkan Gubernur Sulut dan Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai keynote speaker. Talkshow perdana akan mengangkat tema “Masa Depan Pulau Kecil di Tengah Gempuran Industri Ekstraktif.”
“Sejumlah narasumber dari Greenpeace, akademisi Universitas Trisakti, serta Bupati Minahasa Utara akan terlibat dalam diskusi ini,” ujar Themmy.
Agenda lain yang tak kalah penting adalah konferensi mengenai dampak demam nikel terhadap Pulau Kabaena dan ruang hidup Suku Bajau. Sejumlah workshop dan talkshow akan berlangsung hingga sore hari. Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, juga dijadwalkan hadir sebagai penanggap dalam salah satu sesi konferensi.
Ketua SIEJ Daerah Sulawesi Utara, Findamorina Muhtar, menyatakan kesiapan pihaknya menyambut kedatangan jurnalis anggota SIEJ dari seluruh Indonesia. Ia berharap GPC 2026 mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kepedulian publik terhadap isu lingkungan di Sulut.
“Kami berharap forum ini tidak hanya memperkuat advokasi lingkungan, tetapi juga mengangkat potensi Minahasa Utara, seperti ekowisata dan budaya, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Selain GPC, SIEJ juga akan menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) pada 8–9 Februari 2026. Forum tertinggi organisasi ini akan dihadiri koordinator simpul dan ketua SIEJ daerah dari 28 provinsi, dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal SIEJ periode 2026–2029.
Rapat tersebut turut diikuti Ketua Dewan Pengawas SIEJ Andi Fachrizal, anggota Jackson Simanjuntak, Sekjen SIEJ Fira Abdurahman, serta jajaran pengurus nasional, baik secara langsung maupun melalui konferensi daring. ***
Jika Anda menginginkan versi lebih kritis, lebih singkat untuk media online, atau lebih lembut untuk rilis resmi, saya dapat menyesuaikannya.(man/*)













