TELEGRAFNEWS– Keterlibatan sektor industri dalam Liga 4 Indonesia, Piala Gubernur Sulawesi Utara 2026 mulai menunjukkan arah baru bagi pengembangan sepak bola daerah.
PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), hadir bukan sekadar sebagai pendukung, tetapi sebagai katalis yang mendorong peningkatan kualitas kompetisi.
Di tengah tantangan pembinaan dan keterbatasan dukungan, kehadiran PT. JRBM memberi suntikan penting, baik bagi penyelenggaraan maupun bagi klub peserta yang membutuhkan penguatan dari sisi operasional hingga pengembangan pemain.

Pesiden Direktur PT JRBM, Anang Rizkani Noor, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di Sulawesi Utara bukan hanya berfokus pada sektor usaha, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk di bidang olahraga.
“JRBM sudah lama berada di Sulawesi Utara. Tahun ini kami berkesempatan berkontribusi untuk mendukung kelancaran Liga 4. Harapannya, kompetisi ini sukses dan mampu melahirkan prestasi yang lebih tinggi ke depannya,” ujar Anang, dalam pertemuan di Manado, Selasa (7/4) 2026.
Dukungan ini dinilai krusial oleh panitia, mengingat keberlangsungan kompetisi daerah sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.
Ketua Panitia Pelaksana Liga 4, Fighter Aprilian, menyampaikan apresiasi atas kontribusi JRBM yang dinilai sangat membantu jalannya kompetisi.
“Kami berterima kasih kepada JRBM yang telah membantu panitia dan tim-tim di Sulawesi Utara. Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk membina atlet sejak usia dini hingga ke level profesional,” katanya didampingi Sekretaris Panitia, Fiko Onga dan Bendahara Panitia Faikar Basalama.
Lebih jauh, Fighter menekankan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan standar kompetisi agar mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Sementara itu, General Manager External Relation and Security PT JRBM, Andreas Saragih, mengungkapkan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya pada event, tetapi juga kepada klub peserta.
“Selain mendukung penyelenggaraan Liga 4 Piala Gubernur ini, kami juga memberikan dukungan kepada salah satu klub dari Bolaang Mongondow Selatan, yang merupakan wilayah operasional kami,” jelas Andreas.
Langkah ini mempertegas peran industri dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, tidak hanya seremonial, tetapi menyentuh langsung pembinaan dan ruang berkembang bagi talenta lokal.
Dengan keterlibatan aktif dunia usaha, Liga 4 Sulut 2026 diharapkan tak lagi sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan menjadi fondasi lahirnya pemain-pemain potensial yang mampu menembus panggung nasional.(man/*)











