Bappeda Minut Gagas Sinkronisasi Perencanaan Daerah dan Desa

Wujudkan Pembangunan yang Selaras dan Tepat Sasaran

TELEGRAFNEWS–Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (11/11) 2025, menggelar kegiatan Sinkronisasi Perencanaan Daerah dan Perencanaan Desa.

Berlangsung di Aula Bappeda, tujuan kegiatan inii sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menyusun arah pembangunan yang selaras, efektif, dan berkelanjutan mulai dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten.

Kepala Bappeda Hanny Tambani saat membawakan materi dalam kegiatan sinkronisasi.

Dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Novly Wowiling, rakor sinkronisasi itu melibatkan 126 hukum tua (Kumtual turut dihadiri camat dari 10 kecamatan

Melalui forum ini, Bappeda Minut menegaskan pentingnya keterpaduan antara rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes), agar setiap program yang dijalankan di desa mendukung prioritas pembangunan kabupaten, provinsi dan nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Novli Wowiling menjebarkan, para Kumtua untuk mampu mengimplementasikan, mensinergikan serta mendukung program pembangunan secara berjenjang pada setiap tingkatan, dan jangan berjalan sendiri.

Sekda Minut Novly Wowiling saat memberikan arahan dan membuka kegiatan sinkronisasi program pembangunan.

“Kita harus mendukung semua program pembangunan secara berkelanjutan, mulai dari program pemerintah pusat, povinsi dam kabupaten, sehingga pemerataan pembangunan kesejahteraan rakyat bisa terwujud,” beber Wowiling

Ia juga menegaskan, pentingnya proses perencanaan yang dimulai dari awal, jangan ada program dadakan namun semua terencana sehingga pemanfaatan pembangunan yang bersumber dari dana desa lebih terarah, tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan.

“Para kumtua harus hati-hati, jangan bertindak sewenang-wenang dalam penggunaan dana desa. Sebab, proses penjabarannta itu dimulai dari tahapan perencanaan,” tegasnya.

Kepala Bappeda Minut Hanny Tambani, enyampaikan bahwa sinkronisasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan dari tingkat bawah dapat berjalan sesuai arah kebijakan daerah, provinsi dan pemerintah pusat.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Karena itu, perencanaan desa harus terintegrasi dengan visi dan misi daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kesepahaman antar pihak dalam mengelola potensi, menyusun program prioritas, serta menghindari tumpang tindih kegiatan antara desa dan daerah.

Bappeda Minut berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis bagi pemerintah desa agar kualitas perencanaan dan penganggaran semakin meningkat. Dengan demikian, pembangunan di Minahasa Utara dapat berjalan terpadu, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bappeda Minut menghadirkan dr. Nora Lumentut  dari Adinkes sebagai pemateri.(man/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *