Connect with us
Whats-App-Image-2021-08-16-at-02-32-26

Berita Utama

Dituding Dalang Pengrusakan Hutan, Politisi PDIP Bolmut Melawan!

Published

on

Ketua DPRD Bolmut Frangky Chandra. (foto:fahmi)

TELEGRAFNEWS—Sempat diam dan gerah dituding dalang pengrusakan kawasan hutan lindung Gunung Nunuka, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolmut,

Frangky Chendra akhirnya angkat bicara.
Politisi kawakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini, mengecam keras dan siap menempuh jalur hukum atas tudingan pengrusakan hutan yang dialamatkan kepadanya.

Langkah perlawanan itu, ditunjukan Frangky Chandra dalam keterangan persnya bersama tim ahlinya Charles Sumaily, di Caffe Arion 77, Kamis (8/7) 2021, malam.

“Maka pada saat ini saya menyatakan dengan benar, bahwa saya tidak memiliki lahan yang diduga adalah hutan lindung di gunung Nunuka, Kecamatan Bolangitang Timur,” ungkap Frangky.

Lanjut dia, dirinya sudah pernah bertemu dengan Sangadi (kepala desa) Nunuka HK, guna menanyakan tentang kepemilikan lahan berdasarkan arsip-arsip di desa dan jawaban Sangadi tidak ada.

“Saya pribadi merasa dirugikan dengan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena hal tersebut terkesan seperti pembunuhan karakter terhadap diri saya. Saat ini, saya masih dipercayakan oleh masyarakat sebagai wakil rakyat,” bebernya lagi.

Secara hukum, dirinya tak pernah terlibat dalam dugaan pengrusakan hutan lindung, karena tak memiliki tanah di area tersebut.

“Pencemaran nama baik tersebut saya rasa tidak bisa dipertanggungjawabkan, untuk itu saya akan melakukan upaya hukum, agar semuanya clear sehingga bisa terbukti siapa yang benar dan siapa yang salah,” ancamnya.

Terkait isu yang menyatakan, dirinya akan melaporkan media soal pemberitaan dirinya terlibat dalam pengrusakan hutan. Ketua DPRD Bolmut ini, membantah. Kata dia, sangat berterimakasih kepada pihak media, karena lewat media masa dan elektronik, dirinya mendapatkan informasi lebih cepat mengenai persoalan ini.

“Saya bersyukur dapat info dari media, jadi tak mungkin saya menggugat media. Sebab lewat media saya bisa mengetahui informasi yang menyudutkan saya,” tandasnya lagi.

Menurutnya, selama ini pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Kesatuan Pengelolaan Hutan 1 (KPH) Wilayah Bolmong-Bolmut belum pernah menghubungi dan belum pernah melakukan pertemuan untuk klarifikasi atau mempertanyakan hal ini.

“Barangkali agak keliru apabila saat ini, sudah sampai ke tahap pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap diri saya”. urainya.

“Harapan saya kepada masyarakat yang terlanjur mendengar dan mengetahui persoalan ini, agar jangan percaya informasi sepihak saja, biarkan kenyataan di lapangan yang akan menjawab,” tutupnya. (fahmi)

Advertisement Whats-App-Image-2021-06-18-at-13-12-18
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending