Connect with us
Whats-App-Image-2021-08-16-at-02-32-26

Minut

Beda Pendapat Soal Dana Duka, Petrus Macarau: Kalau Sudah Ada Permintaan Kita Cairkan

Published

on

Draf Perbup Santunan Dana Duka Tahun 2021.

TELEGRAFNEWS-Program santunan dana duka masih belum ada titik terang untuk penyaluran. Pasalnya, program tersebut stagnan (jalan tempat) di bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab, dr Alain Beyah menyebutkan, pihaknya sebelum memberikan permintaan pencairan, karena belum tau pos anggarannya untuk dana duka. Kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPK.

“Menurut pak Kaban, itu tertata di Belanja Tidak Terduka (BTT), tapi setelah saya, Kabag Umum, Kabid Karla ada rapat, kemudian Kabid Karla langsung telephon ke BPK. BPK bilang itu tidak bisa menggunankan dana BTT, jadi mungkin nanti diperubahan. Kalau kaban mengatakan itu boleh, keungan buat permintaan resmi ke Kesra, karena uang mereka yang pegang,” katanya belum lama ini.

Meski demikan, lanjut dia, pihaknya mencoba mengkosultasikan hal tersebut dengan Kaban keungan.

“Kami coba konsultasikan ulang ke pak Kaban apa bisa tidak?,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Keungan Daerah, Petrus Macarau mengatakan, untuk santunan dana duka ada anggarannya.

“Uangnya ada, silahkan buat permintaan dananya akan diambil dari BTT. Kami tidak bisa cairakan kalau tidak pengusulan atau permintaan pencairan,” ungkapnya.

Saat ditanyai apakah santunan dana duka bisa diambil dari BTT?, dia mengatakan itu boleh.

“Saya sudah konsultasikan dengan Mendagri, terkait dana duka. Karena tidak ada di SIPD khusus dana duka, jadi boleh ambil dari BTT. Dan saya sudah laporkan itu ke bupati bahwa itu bisa,” bebernya.

“Kalau administrasi penerima santunan dana duka sudah lengkap sesuai Perbup silahkan buat permintaan,” kuncinya. (bungsu)

Advertisement Whats-App-Image-2021-06-18-at-13-12-18
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending