Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Parlementaria

Hasil Lelang PT. Apro Megatama ‘Mengambang’ Ronald Sampel Kecewa Proyek di Sangihe Belum jalan

Published

on

TELEGRAFNEWS – PT. Apro Megatama, kontraktor yang menang tender dalam proyek pembangunan pada 6 titik sekolah di Sangihe, Talaud masih belum ada kejelasan penandatanganan kerjasama pekerjaan.

Hal tersebut membuat Kepala Cabang PT. Apro Megatama mengadukan ketidakjelasan hasil lelang kepada DPRD Provinsi Sulut, khususnya komisi III.

Ronald Sampel, usai Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III yang dilaksanakan dengan PT Apro Megatama, bersama Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulut dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) mengatakan kekecewaannya.

Dirinya bertanya-tanya ada apa, padahal PT. Apro sudah dinyatakan menang, dan sudah melewati waktu sanggah.

Untuk itulah Komisi III ‘menguliti’ Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulut dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK).

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi III, Yongkie Liemen bersama Wakil Ketua Komisi III, Stella Runtuwene dan dihadiri anggota Komisi III DPRD Sulut, Senin (7/06) 2021.

“Benar perusahaan ini mendapat black list tapi itu tahun 2019 sedangkan sekarang sudah tahun 2021, berati sudah selesai dan sudah boleh melaksanakan proyek kembali. Saya heran ada apa, karena mencari surat black list saja dicari sampai Makassar, sepertinya mencari-cari kesalahan. Ini seperti menonton drama Korea,” urai Sampel.

Dia pun menambahkan, daerah Kepulauan sangat minim tersentuh bantuan pendidikan.

“Tahun ini sudah mendapat bantuan apalagi dari pusat dan diperlakukan seperti ini, rasanya tidak adil. Seharusnya dimudahkan tapi dipersulit,” katanya

“Alasan juga dari BP2JK tidak masuk akal karena keberatan terhadap pemenang lelang hanya berdasarkan pembicaraaan itu pun hanya melalui telepon seluler. Dan tidak ada aturan resmi yang dijelaskan kepada kami mengenai hal ini,” tambah Sampel.

Sampel pun berharap, proyek ini tetap dilaksanakan untuk masa depan siswa yang ada di daerah kepulauan yang ada di Sulawesi Utara ini.

Sementara itu, Kepala BPPW Sulut Rus’an M. Nur Taib mengemukakan, sejauh ini BPPW Sulut sedang mengoptimalkan pembangunan di Nusa Utara.

“Kita optimalisasi jaringan dalam kota yang sudah lama sudah tua kita ganti, dan pekerjaannya sudah sementara jalan, Di tiga Kabupaten ini juga ada program pemberdayaan dari kami yaitu padat karya atau yang dikenal Pamsimas yang kami laksanakan di tiga daerah kepulauan yaitu Sangihe, Talaud dan Sitaro,” jelas Taib

(in)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending