Connect with us
Whats-App-Image-2021-08-16-at-02-32-26

Daerah

Desa Alo dan Alo Utara setelah Mako Lanal

Published

on

CEGAH DBD. Salah satu prajurit Lanal Melonguane sedang melakukan fogging di lingkungan rumah penduduk di Desa Ali, Rabu (9/6) 2021.

TELEGRAFNEWS – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane giat mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) baik di lingkungan Lanal Melonguane, maupun di lingkungan masyarakat.

Pencegahan DBD di lingkungan masyarakat seperti yang dilakukan di Desa Alo dan Alo Utara,  Kecamatan Rainis, pada Rabu (9/6) 2021 kemarin. Upaya pencegahan itu sendiri dilakukan dengan cara fogging atau menyemprotkan pestisida atau insektisida kimia.

Prajurit Korps Kesehatan dari Balai Pengobatan Lanal Melonguane di bawah komando Letda Laut (K) dr. Fahmi Henggar, dibantu sejumlah prajurit Lanal Melonguane lainnya tampak begitu bersemangat. Mereka menyasar fasilitas-fasilitas publik, rumah warga serta tempat-tempat umum lainnya yang potensial menjadi sarang nyamuk.

Sebelumnya, Senin (7/6) 2021, Letda Laut (K) dr. Fahmi Henggar bersama pasukannya juga melakukan fogging di lingkungan kesatrian Mako Lanal Melonguane. Di sini mereka menyasar lingkungan kantor, mess prajurit juga di lingkungan perumahan dinas prajurit.

Seorang prajurit sedang melakukan fogging di lingkungan Makolanal, Senin (7/6) 2021.

Komandan Lanal Melonguane Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T.,M.Tr.Hanla menyampaikan, ia dan seluruh jajarannya selalu berupaya mengantisipasi dan mencegah berbagai potensi ancaman atau kerawanan yang mungkin terjadi, termasuk ancaman wabah penyakit tertentu seperti DBD.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati, prediktif-responsif-antisipatif merupakan pola tindak dan pola pikir yang perlu kita biasakan sehingga kita mampu mencegah berbagai hal negatif sebelum terjadi dan meluas,” ujar Danlanal.

Meski telah menjadi tradisi tahunan setiap ada wabah DBD, fogging bukanlah upaya paripurna untuk mencegah DBD. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama untuk membasmi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti, pembawa dan penyebar virus dengue yang menyebabkan penyakit DBD.

Aedes aegypti betina dapat bertelur di tempat basah mana saja, meski sangat kecil. Mereka dapat ditemukan di tumpukan sampah ataupun di genangan air. Telurnya dapat bertahan di tempat kering dalam waktu yang lama, bahkan hingga satu tahun dan menetas saat terendam kembali dalam air.

Karena itu, Danlanal mengimbau kepada seluruh masyarakat Talaud untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Jangan biarkan vektor penyakit seperti nyamuk berkembang biak, jangan biarkan jentik-jentik nyamuk berada di berbagai tempat yang menampung air di sekitar tempat tinggal sehingga mereka kemudian berkembang menjadi nyamuk dewasa dan terus berkembang biak.

“Mari kita bersama-sama cegah penyebaran DBD dengan program 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) agar masyarakat Talaud dapat hidup sehat dan bebas dari DBD maupun penyakit lainnya,” ajak Danlanal.

Danlanal juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kepulauan Talaud, dalam hal ini Dinas Kesehatan yang selalu bekerja sama dengan Lanal Melonguane dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih dan apresiasi juga kepada seluruh prajurit, khususnya prajurit Korps Kesehatan yang selama ini telah melaksanakan berbagai tugas dan kegiatan kemanusiaan, baik itu di lingkungan Mako Lanal Melonguane melalui Balai Pengobatan ataupun saat bertugas di Posal/Posmat yang berada di pulau-pulau kecil terluar. Semoga apa yang kalian lakukan, menjadi dharma bhakti untuk negeri ini dan juga menjadi amal ibadah yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa”, pungkasnya. (Rey)

Advertisement Whats-App-Image-2021-06-18-at-13-12-18
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending