Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Daerah

Bupati Talaud Mengikuti Rakorev Penanganan Stunting Provinsi Sulut

Published

on

Bupati Elly Engelbert Lasut (kedua dari kanan) saat mengikuti Rakorev Penanganan Stunting Provinsi Sulut di Manado. (Ist)

TELEGRAFNEWS – Bupati Talaud dr Elly Engelbert Lasut mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penanganan Stunting tahun 2021 tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rakorev berlangsung di Hotel Luwansa Manado, Rabu (02/06) 2021 tersebut dibuka Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dan diikuti oleh kepala daerah se-Provinsi Sulut.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dalam sambutannya menjelaskan bahwa penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat dan Presiden Joko Widodo telah mencanangkan tahun ini sebagai tahun perang melawan stunting mengingat angka stunting di Indonesia saat ini masih cukup tinggi.

“Angka stunting di daerah tentunya menjadi beban di daerah itu sendiri. Tidak mungkin mereka (anak-anak stunting) dimarginalkan. Untuk itu kita harus terus melakukan upaya pencegahan. Karena dengan mencegah stunting, berarti telah ikut menjaga investasi bangsa dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, khususnya di daerah Sulawesi Utara,” kata Steven Kandouw.

Stunting adalah kondisi kekurangan kondisi kronis pada periode awal pertumbuhan anak. Selain berakibat pada tubuh yang pendek, stunting juga membuat anak memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, menurunya sistem kekebelan tubuh anak, dan lebih beresiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yakni pengetahuan ibu soal asupan nutrisi yang baik untuk dirinya dan janin, perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Karena itu, Wagub menyampaikan penanganan stunting ini penting dilakukan oleh seluruh kabupaten/kota, dan akan lebih efektif dimulai sejak usia dini, usia emas seorang anak.

“Intinya, penanganan stunting yang paling mujarab, penanganan (dalam) jangka pendek yaitu dengan memberikan penanganan yang baik kepada bayi-bayi yang baru lahir. 3 (tiga) bulan pertama (usia kehidupan) anak harus diperhatikan, termasuk asupan makanan khususnya ASI. Kegiatan Posyandu harus diefektifkan. Bahkan kalau ada APBD lebih, Posyandu bisa ditambah,” sambungnya.

Sementara, Bupati Talaud dr Elly Lasut berharap, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkab Talaud untuk mempersiapkan data-data pendukung serta mempresentasikan realisasi kinerja OPD terhadap penanganan stunting.

“Sehingga penurunan stunting di Kabupaten Talaud bisa tercapai bahkan tidak ada lagi stunting di Kabupaten Talaud,” tukasnya. (Rey)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending