Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Berita Utama

Pintu Masuk Sulut-Gorontalo Diperketat, Ini Syarat Bila Ingin Melintasinya!

Published

on

PENJAGAAN: Tim Satgas Gabungan melakukan penjagaan di Bolmut perbatasan Sulut-Gorontalo terkait larangan mudik. (foto:fahmi/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS—Tindaklanjut instruksi pemerintah pusat terkait larangan mudik lebaran, sejak Kamis (6/5) 2021, pintu masuk perbatasan Gorontalo-Sulut tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dilakukan penyekatan bagi pelintas dan penjagaan ketat.

Aparat gabungan mulai dari TNI, Polri, Satuan Pol-PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan serta satuan gugus tugas Covid-19 disiagakan. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan dan orang yang masuk keluar Bolmut, sebagai wilayah perbatasan antara Sulut dan Gorontalo.

Walau ketatnya penjagaan, tim Satgas gabungan masih membolehkan arus lalu lintas kendaraan masuk keluar pintu perbatasan Bolmut. Namun ada syarat yang harus dipatuhi pelintas. Yakni, dikuhusukan bagi mereka yang bekerja/ melakukan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang, pelayanan kesehatan darurat, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya dengan syarat harus dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Bolmut, Remond Patadjenu yang juga Koordinator lapangan posko Pinogaluman, Bolmut, menguraikan, pembatasan berlaku untuk seluruh kendaraan yang akan melewati pintu perbatasan, dengan pengecualian TNI/POLRI,ASN dan para pekerja yang memiliki surat tugas, kendaraan medis dan kendaraan logistik.

“Angkutan logistik/barang seperti angkutan pengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok, barang-barang penting untuk kegiatan ekonomi, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan, juga akan berjalan seperti biasa dan bisa dengan bebas masuk keluar namun tetap dilakukan pemeriksaan,” jelas Patadjenu.

Ia menambahkan, bahwa kepentingan nonmudik khusu warga lokal (Atinggola-Pinogaluman) hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan ketentuan 2 jam durasi waktu kunjungan.

“Untuk warga lokal prosedur di lapangan yang berlaku. Yaitu, masyarakat Atinggola yang akan melakukan kunjungan ke Pinogaluman, harus membawa KTP, kemudian akan diperiksa dan di tahan oleh petugas jaga yang berada di Bolmut. Sementara warga yang hendak mudik dari Manado dan daerah di luar Bolmut tidak diperkenankan,” tandasnya.

Khusus masyarakat Pinogaluman yang akan melakukan kunjungan ke Atinggola Gorontalo, berlaku ketentuan yang sama, harus membawa KTP, kemudian akan diperiksa dan ditahan oleh petugas jaga yang berada di Gorut. (fahmi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending