Connect with us

Daerah

Kejaksaan Diminta Segera Lidik Pengadaan Thermogun Desa di Mitra Tahun 2019

Published

on

TELEGRAFNEWS-Ada yang mulai mempersoalkan dugaan kasus meraup keuntungan ditengah bencana pandemi Covid-19 yang diduga dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Minahasa Tenggara (Mitra).

Hal ini dengan mempertanyakan harga Thermogun sebesar 1 Juta Rupiah yang dibebankan kepada pemerintah desa pada tahun 2019 lalu.

Ternyata harga thermogun yang dijual ke pemerintah desa yang dilakukan oleh PMD melalui pihak ketiga dinilai terlalu mahal dan tidak sesuai spek.

” Thermogun yang ternyata hanya sekitaran 500 ribu dijual seharga1 juta ke tiap desa kalo dijumlahkan kira-kira berapa dan saat ini kondisinya sudah ada yang rusak karena kualitas barangnya kurang bagus,” ujar Peluang.

Ditambahkannya, bahwa seharusnya anggaran untuk covid-19 jangan digunakan untuk meraup keuntungan pribadi karena ini dana untuk bencana.

Mantan kadis PMD kabupaten Mitra, Royke Lumingas saat dikonfirmasi lewat pesan singkatnya langsung menghindar dengan mengatakan, bahwa saat itu dirinya belum menjabat sebagai kepala dinas saat itu namun mengetahui soal pengadaan thermogun tersebut.

Niko Royke Pelleng anggota DPRD Mitra yang vocal terhadap pembangunan daerah memberikan tanggapan soal ini dengan mengatakan bahwa hal ini perlu ada keterbukaan informasi publik.

“Jangan mengambil keuntungan ditengah pandemi, ini sama dengan pepatah mengail diair keruh,” ujar Pelleng legislator Partai Nasdem Mitra ini.

Ditambahkannya, bahwa PMD harus menjelaskan soal thermogun ini bahkan ada yang sudah rusak dan sudah tidak dapat digunakan lagi.(Devon pondaag)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending