Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Minut

FANTASTIS! Berbandrol Rp 200 Juta Untuk Desa Digital, JG: Kalau Bisa Gratis Buat Apa Bayar

Published

on

KEBERSAMAAN:Tampak Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin William Lotulung saat memberikan keterangan pers. (foto:bungsu)

TELEGRAFNEWS-Bupati Minahasa Utara Joune Ganda SE, mengingatkan kepada seluruh hukum tua se-Minut untuk melakukan koordinasi berjenjang, dengan pemerintah daerah terkait desa digitalisasi. Pasalnya sudah banyak desa yang mengalokasikan anggaran untuk program desa digital yang diambil dari dana desa.

Bahkan informasih yang didapat media ini, untuk program desa digital dibilang tidak sedikit anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah desa, mulai dari seratus juta lebih sampai dua ratus juta untuk satu tahun yang dibayarkan ke pihak ketiga.

“Kemarin kan kita sudah zoom meeting dan sudah mendatangani MoU dengan Kominfo, dimana pihak Kominfo memiliki program-program yang sudah disiapkan dalam menghadapi era digitalisasi saat ini. Terutama digitalisasi di desa, termasuk smart city dan sebagainya. Ini akan disuport oleh pemerintah pusat,” imbuh Bupati JG sapaan singkatnya ini, Senin (24/5) 2021.

Lanjut diungkapkan Bupati JG, bahwa pak presiden juga kemarin sudah mencanangkan pengembangan digital, dimana kita juga semua kembalikan kepada konsep digital.

“Konsep digital ini sebenarnya adalah satu upaya agar kita juga bisa mengumpulkan banyak data. Dimana kita konfers untuk menjadi data yang bisa kita baca sewaktu-waktu dengan sistem digitalisasi,” bebernya.

Terkait jumlah dana yang telah dianggaran, kata bupati, dianggarkan karena itu ada dalam Juklak. Bahwa, desa itu mengganggarkan sendiri untuk digitalisasi.

“Nah dari Juklak itu ya, dia harus mencocokan dengan pembahasan dengan kita. Tetapi mereka juga nanti akan ada bagian-bagian,” bebernya.

Meski demikian, dirinya meminta dinas terkait dalam hal ini Dinsos/PMD untuk mensosialisasikan maksud dari desa digital yang menjadi visi-misi JG-KWL.

“Saya minta ke Dinsos/PMD agar mensosialisasikan suapaya tidak mubazir. Kalau bisa dapat gratis buat apa bayar,” pintanya.

Anehnya, beredar informasi, ada desa yang telah mengelurakan budget anggaran ratusan juta untuk membiayai desa digital, namun diwilayah tersebut tidak memiliki jaringan telphon dan internet yang sangat baik. (bungsu)

 

 

 

 

Trending