Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Berita Utama

DPR RI Serukan Internasional Hentikan Aksi Militer Israel ke Palestina

Published

on

Anggota DPR RI Fadly Zon. (foto:ist)

TELEGRAFNEWS – Upaya diplomasi terkait invansi Israel ke Palestina digagas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Langkah itu ditemput lewat koordinasi bersama Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk solidaritas Indonesia kepada Palestina yang terus menjadi korban keganasan Israel.

“Menurut data yang telah BKSAP himpun, saat ini tercatat aksi penembakan roket oleh Israel ke pemukiman Palestina tersebut sudah memakan korban jiwa hingga 217 orang, dan sebanyak 61 orang di antaranya adalah anak-anak,” kata Fadli Zon saat Konferensi Pers di Media Center DPR RI, Jakarta, Rabu (19/5) 2021.

Pihaknya mengutuk tindakan Israel, dan menyuarakan berbagai diplomasi ke parlemen di forum-forum internasional dengan harapan menggalang solidaritas terhadap Palestina.

Ia juga mengaku menyesalkan kegagalan pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Keamanan (DK) PBB yang belum bisa menghentikan aksi kejam militer Israel terhadap warga Palestina.

“Oleh karena itu, BKSAP mengutuk aksi Israel terhadap Palestina serta mendesak DK PBB, mengambil langkah konkret  atas tindakan tersebut,” beber politisi Gerindra ini.

Pada bagian lain, Fadli Zon mengharapkan, dunia internasional dapat mengimbau negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk menekan Israel.

“Israel juga keras kepala dan kebal terhadap kecaman. Harus ada contoh nyata, seperti pengiriman penjaga perdamaian internasional di bawah bendera PBB atau boikot produk dan sanksi internasional,” katanya.

Seruan itu, juga disampaikan Fadli Zon terhadap negara-negara Islam, agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, dan mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diseret ke pengadilan internasional sebagai penjahat perang.

Sementara itu anggota BKSAP DPR RI Dyah Roro Esti menilai, penyerangan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga Palestina dengan menggunakan peluru karet dan gas air mata di Masjid Al-Aqsa beberapa pekan lalu, selain sebagai kejahatan terhadap umat muslim, juga sebagai kejahatan kemanusiaan yang melanggar HAM.

“Namun sudah 73 tahun dideklarasikan dan diratifikasi berbagai negara, penegakkan Hak Asasi Manusia masih saja diabaikan oleh beberapa pihak,” ungkapnya. (azwar)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending