Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Daerah

Dana Covid 8 Persen dari Dandes, Diduga Habis di Tangan Mantan Kumtua, Ini Ultimatum Inspektorat

Published

on

Umbase Mayuntu Kepala Inspektorat Minut.

TELEGRAFNEWS-Kepala Inspektorat Minahasa Utara (Minut) mengultimatum kepada para mantan penjabat hukum tua yang disertibjakan belum lama ini. Iltimatum ini mengingatkan kepada para mantan penjabat kumtua itu terkait penggunaan Delapan persen Dandes untuk Covid-19 di tahun 2021.

Dia mengungkapkan, pihaknya telah mendapat informasih bahwa anggaran Delapan persen dari Dandes yang diperuntukan untuk Covid-19 di desa telah habis dipergunakan para mantan Penjabat Kumtua.

“Anggaran Delapan persen dana desa itu diperuntukan selama Satu tahun di 2021 berjalan. Kami dapat informasi anggaran itu sudah digunakan oleh para mantan penjabat, kami minta laporannya secara terperinci apa saja yang dibelanjakan, karena anggaran ini untuk Satu tahun. Massa sudah kosong direkening? Harus dipertanggungjawabkan kalau tidak di TGR kan itu dan mantan penjabat kumtua yang harus bertanggungjawab ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ia juga mengingatkan, mantan penjabat hukum tua pada saat sertijab atau setelah sertijab masih melakukan penandatanganan kwitansi akan berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Tidak dibenarkan, jika ada mantan penjabat kumtua masih melakukan tandatangan kwitansi pada saat sertijab atau selepasnya, saya tegaskan akan saya TGR kan. Karena itu sudah ranah penjabat hukum tua yang baru,” timpalnya.

Selain itu, Ia meminta kepada para mantan penjabat kumtua untuk memberikan seluruh dokumen atau penggunaan dana desa ke penjabat kumtua yang baru dalam bentuk laporan.

“Kami akan audit semua dana desa yang telah digunakan para mantan penjabat hukum tua. Jika ada temuan kami akan rekomendasikan temuan tersebut ke Kejaksaan maupun ke Kepolisian,”
tutupnya. (bungsu)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending