Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Minut

CATAT! Awal Tahun 2021, Kasus DBD di Minut Menurun, Dua Meninggal

Published

on

Data kasus penderita DBD Empat bulan terakhir di awal tahun 2021: suber Dinkes Minut.

TELEGRAFNEWS– Awal tahun 2021 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengalami penurunan dibanding awal tahun 2020. Namun awal tahun 2021, kasus DBD telah makan korban.

Kepala Dinas Kesehatan Minut, Youce Togas menuturkan, berdasarkan data di Dinkes Minut di awal tahun 2021, terhitung dari Januari hingga April, kasus DBD mencapai 71 kasus. Dibanding Januari hingga April 2020 yakni sebanyak 91 kasus DBD.

“Jadi angka kasus di Januari-April tahun 2021 sebanyak 71 kasus. Ke-71 penderita DBD itu tersebar di 10 Puskesmas di Minut. Ini lebih banyak dari awal tahun sebelumnya yakni 91 kasus,” kata Togas Senin (17/5) 2021.

Data kasus penderita DBD tahun 2020: suber Dinkes Minut

Lanjut dijelaskannya, untuk kasus meninggal akibat DBD yakni dua orang, karena Dua penderita DBD itu terlambat ditangani.

“Kadua penderita DBD ini meninggal karena terlamabat ditangani. Sementara keduanya sudah mengalami DBD stadium akut baru dibawah dan rata-rata penderita DBD ini usia masih produktif,” jelasnya.

Tak sampai disitu, Ia pun menerangkan faktor yang mempengaruhi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti itu, karena kondisi lingkungan.

“Jangan berpikir bahwa, bak air mandi itu jernih sehingga tidak berdampak pada penyakit. Justru air bersih di bak mandi itu tempat berkumpul dan bertelurnya nyamuk Aedes Aegypti dan nyamuk jenis ini tidak hidup diselokan-selokan yang kotor,” terangnya.

Meski demikian, Ia menuturkan pihaknya terus melakukan penyeluhan kepada masyarakat bahkan melibatkan pemerintah desa untuk mensosialisasikan pencegahan terhadap DBD.

Selain penyeluhan, pihaknya pun melakukan pencegahan dini dengan melakukan foging. Namun kata dia, foging itu hanya daerah-daerah khusus.

“Kalau foging ada tim yang melakukan survei terlebih dahulu, kalau memenuhi syarat maka wilayah tersebut akan di foging,” ujarnya.

Dia pun berharap, agar masyarakat peduli dengan lingkungan sekitarnya dengan menerapkan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur.

“Kami berharap agar masyarakat waspada terhadap bahaya DBD. Jadi penting setiap warga selalu menerapka 3M plus dan berperilaku hidup sehat serta setiap minggu atau setiap hari melakukan pembersihan lingkungan baik didalam rumah maupun disekitarnya,” kuncinya. (bungsu)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending