Connect with us

Berita Utama

Tatengkeng Tuntut Keadilan

Published

on

Tim advokat pro eklesia Sulut Max Donald Jakobus SH MM saat bertemu dengan Ros Tatengkeng.

TELEGRAFNEWS – 50 tahun lebih mengabdi di perusahaan jamu jempol Manado Sulawesi Utara terhitung sejak tahun 1965, Rosdiana Tatengkeng menuntut keadilan perlakuan oleh pihak pemilik dan pimpinan perusahaan yang beralamat di Jalan D I Panjaitan pusat Kota Manado tersebut.

Ditemui di kediamannya oleh Max Donald Jacobus SH MM bersama tim advokasi Pro Eklesia Manado, oma Ros bertutur tentang bagaimana ia memulai sebagian besar hidupnya di perusahaan tersebut.

“Saya bekerja sejak tahun 1965 sampai terakhir saya dibayarkan gaji sekitar bulan februari tahun lalu sebesar Rp.1 juta. Kemudian sesudah itu sejak bulan Maret dibayar tidak menentu sebesar  450-500 ribu rupiah terakhir yang saya terima bulan September atau kira-kira cuma tiga kali dibayar sejak dirumahkan dari bulan maret,”  ungkap oma Ros.

Sontak pengakuan oma Ros membuat Jacobus geram dengan perlakuan pemilik perusahaan termasuk kepada saudara oma Ros yang beberapa waktu sebelumnya pernah mencoba menemui pihak pemilik perusahaan yang memperlakukan mereka dengan tidak baik dan sangat tidak etis.

“Jadi, ada beberapa hal yang menjadi perlakuan perusahaan kepada oma yang jelas-jelas menyalahi aturan yang berlaku. Soal perjanjian bekerja ada dua  hal yang bisa dilakukan yakni tulisan maupun lisan. Namun poin paling penting yang harus dimengerti dan disadari pihak perusahaan adalah bahwa ketika orang yang bekerja dibayarkan haknya atau gajinya atau apapun namanya, maka itu sudah termasuk di dalamnya artinya sudah terjadi ikatan kerja di antara kedua belah pihak dan semua aturan yang dibuat negara otomatis mengikat pihak perusahaan,” jelas Jacobus bersemangat.

Lanjut dikatakan Jacobus, soal perusahaan juga membayar BPJS pekerja itu wajar dan ada aturan yang mengaturnya.

“Tapi jika yang dibayar hanya BPJS kesehatan., waduh itu jelas-jelas pelanggaran besar perusahaan. Apalagi kemudian oma Ros juga dipekerjakan sudah 50 tahun lebih. Dimana-mana ada batasan umur maksimal untuk mempekerjakan orang ditambah dengan mengupah tidak sesuai dengan standar pengupahan yang ditetapkan pemerintah. Dari kesaksian oma Ros ini, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” ucapnya.

Meski begitu, Jacobus akan menemui pihak perusahaan pada hari Senin (5/4) nanti, guna memediasi antara pihak oma Ros dan perusahaan, sebagai bagian atau langkah yang sudah berjalan sebagaimana mestinya dan atas permintaan Oma Ros.

“Satu saja harapan dan saran saya, pihak perusahaan mau berbesar hati membayar semua hak yang seharusnya diterima oma Ros. Dengan begitu masalah ini selesai sampai di situ. Tapi jika tidak atau perusahaan bersikeras dengan sikapnya bagi kami itu lebih baik dan tentu kami akan segera melayangkan gugatan ke pengadilan secepatnya,” pungkas Jacobus. (Denny)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending