Connect with us

Berita Utama

Memalukan! Skandal Seleksi Paskibraka Manado Bermuara ke Ranah Hukum

Published

on

SELEKSI: Para siswa di Kota Manado saat mengikuti seleksi Paskibraka 2021. (foto:ist)

TELEGRAFNEWS—Memalukan! Kata itu tepat menggambarkan keboborkan dalam proses seleksi Paskibraka 2021 di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Alih-alih, menghasilkan generasi bangsa terbaik dalam seleksi, kerja panitia seleksi (Pansel) yang berisi orang-orang penting mewakili unsur pemerintah, Kejaksaan, TNI/Polri hingga Piskolog, dituding tak beres dan justru berujung skandal yang berpotensi bermuara ke ranah hukum.

Itu terungkap setelah salah satu peserta dari SMK Negeri 5 Manado, yang sudah dinyatakan lulus dalam seleksi tahap I melalui surat keputusan (SK) panitia, tiba-tiba dibatalkan. Dia adalah Natalya Thomas yang sudah lulus tahap I namun digantikan Alysia Umar yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus tahap I.

Santia Thomas orang tua Natalya Thomas, geram atas proses seleksi yang dinilai syarat permainnan. Kata dia, dalam seleksi tahap I yang dipusatkan di SMK Negeri 3 Manado itu, diikuti perwakilan sekolah lainnya seperti siswa dari SMAN 4 serta SMKN 9. Dalam seleksi tahap I yang dititikberatkan pada berat badan serta tinggi badan, anaknya (Natalya Thomas) lolos.

“Anak saya lolos tahap I dan itu ada SK. Pada seleksi tahap II digelar selama empat hari, dan Alisya Umar yang tidak lolos tahap I tidak muncul dalam seleksi tahap II, namun namanya tiba-tiba muncul pada pengumuman seleksi tahap II dan anak saya tidak diluluskan, sementara mereka dari sekolah yang sama,” urainya kepada wartawan, belum lama ini.

Masih menurut Santia Thomas, saat pengarahaan dari Dispora dan panitia seleksi, Alisya Umar yang sudah dinyatakan tak lolos dalam seleksi tahap I, itu tak muncul pada seleksi tahap II, dia (Alisya Umar) baru muncul keesokan harinya dan mengikuti seleksi.

“Dia (Alisya Umar) datang berbeda jam dengan peserta lain, tak menggunakan nomor dada. Dan seperti dikhususkan, padahal sudah tak lolos seleksi tahap I, ada apa? Ini sangat memalukan,” kritiknya kembali sembari mengaku jika aduan soal ini sudah dimasukan ke Dewan Kota Manado.

Menyangkut hal tersebut, dirinya bersama tim hukum, siap menempuh jalur hukum dan melaporkan oknum-oknum ‘nakal’ yang terlibat dalam skandal seleksi Paskibraka Kota Manado tahun 2021.

“Jelas-jelas ini penuh kecurangan, dan demi keadilan harus ditegakan. Saya sudah menyurat ke Dewan Kota Manado, dan akan membuat laporan melalui Pidana maupun PTUN,” tegasnya sembari menyesalkan sikap Panitia seleksi yang diketuai Steri Andy dari unsur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara.

Menyangkut dugaan skandal seleksi Paskibraka 2021 di Kota Manado, Stery Andy selaku ketua panitia, dihubungi via nomor 08135619XXXX, terkait langkah hukum yang akan ditempuh orang tua Natalya Thomas, enggan berkomentar lebih.

“Konfirmasinya tak bisa lewat Handphone, besok pagi aja saya tunggu di kantor jam 9,” kata dia saat dihubungi, Kamis (15/4) 2021, malam. (van/rds)

 

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending