Connect with us

Berita Utama

Kepala Kanim Banggai Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Published

on

ilustrasi

TELEGRAFNEWS – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kabupaten Banggai, WA alias Wijaya dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap seorang pegawai negeri sipil di Ditjen Imigrasi, Kemenkumham RI, TTP alias Tembang, di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan, pada 6 April 2021 lalu.

Berdasarkan laporan kepolisian yang diperoleh Telegrafnews menyebutkan bahwa Wijaya dilaporkan oleh Tembang, selaku korban, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Rabu (7/4) 2021 malam. Laporan tersebut diterima oleh Kepala Siaga 3 SPKT Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Sri Miharti, SH.

Dalam laporan kepolisian tersebut disebutkan bahwa terlapor, Wijaya, diduga telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap pelapor, Tembang, atau diduga telah melanggar pasal 352 KUHP dan atau pasal 351 KUHP.

Laporan kepolisian yang sama juga menyebutkan, tindakan yang dilakukan oleh Wijaya tersebut telah mengakibatkan pelapor, Tembang, mengalami luka memar pada kepala bagian atas, pipi sebelah kiri, dan dada.

Terkait hal ini, Tembang, yang dihubungi melalui saluran telepon, Senin (12/4) 2021, masih belum bersedia memberikan penjelasan terkait kasus yang menimpa dirinya. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp juga belum dibalas.

Namun, menurut keterangan saksi yang berhasil dihubungi pada Minggu (11/4) 2021, dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Wijaya terhadap Tembang benar terjadi.

“Kejadian tindakan penganiayaan tersebut benar terjadi di sebuah tempat di Jakarta Selatan pada Selasa (6/4) 2021 malam,” ujar saksi yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi dugaan penganiayaan tersebut dipicu persoalan pribadi di antara pelapor dan terlapor. Tembang, kata seorang saksi, “pernah ditelepon terlapor (Kepala Kantor Imigrasi Banggai) agar jangan macam-macam terhadap terlapor, karena terlapor mengancam akan melakukan mutasi terhadap pelapor (korban) ke tempat pekerjaan yang jauh,” ujar saksi lain yang juga meminta identitasnya tidak disebutkan. (tln/az)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending