Connect with us

Minut

Tertib Dokumen Kependudukan, Ortu Diminta Urus KIA

Published

on

BUKTI:Nampak Bupati dan Wabup Joune Ganda dan Kevin W. Lotulung serahkan KIA kepada Empat anak secara simbolis.

TELEGRAFNEWS-Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda SE dan Kevin William Lotulung SH, MH. secara simbolis serahkan Kartu Indentitas Anak (KIA), pada Senin (29/3) 2021.

Hal ini sebagai bukti, bahwa pemeritahan JG-KWL berkomitmen untuk membuat masyakat sadar dan tertib adminstrasi kependudukan yang dimulai dari anak.

Usai menyerahkan KIA, Bupati JG menuturkan, KIA merupakan program pemerintah pusat melalui Dirjen Dukcapil. Untuk itu, program ini wajib didukung oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Lanjut kata JG sapaan singkatnya ini, sebagai warga negara yang baik patut mendukung program ini sebagai warga yang taat administrasi dokumen kependudukan. Termasuk anak yang baru lahir pun mendapatkan pengakuan negara yang dibuktikan dengan KIA.

“KIA, yang mulai digagas sejak tahun 2016, merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 16 tahun kurang dari Satu hari memasuki usia 17 tahun dan belum menikah. Ini diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil. Kini, orang tua setelah sang ibu melahirkan anak, tak hanya mengurus akta kelahiran, mereka harus membuat KIA untuk buah hatinya,” kata Bupati JG didampingi Wabup Kevin W. Lotulung di Pandopo usai gelar Ibadah Oikumene di Pendopo Kantor Bupati.

Terpisah, Kepala Disdukcapil Minut Dudy Fateh menyebutkan, penyerahan KIA tersebut sebagai laporan, bahwa Disdukcapil terus berupaya memaksimalkan pelayanan terhadap pembuatan KIA.

“Jadi tadi itu yang dilaporkan KIA yang telah dicetak tahun 2020 lalu dan 2021 bulan berjalan ini dengan total yang telah dicetak 20.3000 (Dua puluh ribu Tiga ratus) keping KIA. Jadi untuk tahun 2020 total 15.800 (Lima ribu Delapan ratus ) keping yang dicetak sementara tahun ini hingga akhir Maret suda 4500 (Empat ribu Lima ratus) keping yang dicetak,” ungkapnya.

Sambung dia, jadi anak yang berusia nol sampai 16 tahun kurang Satu hari 17 tahun harus memeliki KIA.

“Karena usia 17 tahun pas di hari lahir harus miliki e-KTP bukan lagi KIA. Sementara yang mendominasi pembuatan KIA rata-rata usia nol tahun hingga usia 10 tahun,” ujarnya.

Ia pun berharap, agar masyarakat yang sudah berkeluarga dan memeliki anak supaya sebisa mungkin untuk melakukan perekaman KIA.

“Kami berharap, agar orang tua yang saat ini memeliki anak-anak dibawah usia 17 tahun agar mengurus KIA nya,” tutupnya. (Bungsu)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending