Connect with us

Daerah

Sosialisasi Pembebasan Lahan PT TMS, Seorang Purnawirawan Pertanyakan Status Kepemilikan Lahan Setelah Produksi

Published

on

TELEGRAFNEWS – Sebelum memasuki Tahapan dan Kegiatan Operasi Produksi pada Wilayah Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi, PT Tambang Emas Sangihe (TMS) menggelar sosialisasi pembebasan lahan.

Sosialisasi yang telah dimulai sejak Senin,(22/3) kemarin, di Desa Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, masih akan berlanjut sampai Rabu,(24/3) besok dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hari pertama sosialisasi memang berlangsung alot, dimana sejumlah pemilik lahan sangat kecewa dengan harga ganti rugi yang ditawarkan hanya sebesar 50 juta per hektar. Hal inipun kembali menguak pada sosialisasi hari kedua, dimana salah seorang pemilik lahan Faris Makahinda, dengan lantang meminta ganti rugi sebesar 500 ribu/meter atas lahannya. Belum lagi seorang warga yang merupakan purnawirawan, Butje Sandil mempertanyakan terkait status kepemilikan lahan ketika kegiatan produksi selesai.

Warga dan Pemilik Lahan yang Hadir Dalam Sosialisasi di Desa Bowone.

Ketika dikonfirmasi, PT. TMS melalui Community Development and Government Relation Superintendent, Robertus Priya Husada, menyatakan bahwa pihak manajemen perusahaan akan tetap mengedepankan negosiasi dengan warga dan pemilik lahan untuk mencapai kesepakatan bersama.

“Mengenai besaran harga pembebasan lahan yang 50 juta perhektar itu, dari pihak manajemen melakukan penawaran dan membuka harga. Namun karena ini masih dalam proses negosiasi, besarannya mungkin bisa saja naik berdasarkan NJOP yang ada,” Kata Bob, sapaan akrab Robertus Priya Husada.

“Dari perhitungan kompensasi, ini baru harga dasar untuk tanahnya saja, belum termasuk tanaman yang ada diatasnya, entah itu cengkih, pala ataupun kelapa, pokoknya akan kita evaluasi bersama,” Tambahnya.

Sementara untuk dampak terhadap lingkungan dan status kepemilikan lahan setelah masa produksi, dijelaskannya pula oleh Bob.

“Terhadap status kepemilikan lahan seusai produksi, nanti akan dikembalikan kepada pemerintah, setelah itu tinggal kesepakatan dari pemerintah, apa dikembalikan lagi kepada warga atau pemilik lahan sebelumnya. Namun sebelum diserahkan kepada pemerintah, kita juga akan melakukan reboisasi terlebih dahulu, sebab ini hal penting bagi perusahaan terhadap tingkat kepercayaan,” Ucapnya.

Bob bahkan mengutarakan, pada proses awal produksi setelah pembebasan lahan, pihak PT TMS akan merekrut tenaga kerja lokal.

“Untuk tahap awal ada sekira 300 orang tenaga kerja lokal yang akan terserap nanti, termasuk pemilik lahan bila mereka mau bekerja di PT TMS. Dan kedepannya 80% pekerja pasti akan dari Sangihe, sisanya dari wilayah Sulut,” Paparnya

Sedangkan berdasarkan kontrak kerjasama yang hampir 30 tahun, menurut Bob, ada keuntungannya bagi masyarakat.

“Dalam hal ini pihak managemen perusahaan juga siap membantu pendidikan anak-anak, sebab dalam kurun waktu kontrak kerja selama 30 tahun pastinya akan ada lulusan S1, S2 atau S3 dari Sangihe, yang nanti bisa direkrut dan bekerja di perusahaan,” Harapnya.

Terpisah, Camat Tabukan Selatan Tengah Sevenjun Mananohas mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi yang digelar sejak kemarin sampai hari ini berjalan baik dan kondusif.

“Jadi suasana kemarin terkait harga ganti rugi 50 juta perhektar, pihak perusahaan baru menyampaikan penawaran, belum ada kesepakatan yang diambil. Pak Bima dari PT TMS terus menyampaikan bahwa mereka akan mendengar apa saja yang jadi masukan masyarakat terlebih pemilik lahan, bahkan Pak Kapolres juga hadir memberikan penjelasan dalam sosialisasi. Untuk itu, tugas dari kita sebagai pemerintah hanya mengawasi saja, sebab persoalan ijin produksi dan sebagainya telah mereka miliki,” Ujar Mananohas, ditemui di kantornya. Selasa,(23/3) 2021.

Terpantau pada sosialisasi hari pertama dihadiri langsung oleh Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK, Asisten I Pemkab Sangihe, Irklis Sombonaung, Kadis Lingkungan Hidup Sangihe, Ronald Izaak dan Kepala UPT Dinas Pertambangan Sangihe, Elvis Matantu. (Ddy)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending