Connect with us

Berita Utama

Soal Pencatutan Nama, Rumimpunu: Jangan Salahkan Media, Bupati Wajib Tindaki Oknum Nakal

Published

on

aktivis Minut Donal Rumimpunu. (fotoIst)

TELEGRAFNEWS—Aktifis asal Likupang, Minahasa Utara (Minut), Donal Rumimpunu, mengecam keras tindakan oknum-oknum tak bertanggungjawab yang mencatut nama Bupati Joune Ganda, terkait dugaan pemerasan lewat penjualan aplikasi Simpel Desa berbandrol Rp43 juta.

Kata Rumimpunu, secara kasat mata angka Rp43 juta yang dipatok ke setiap desa terbilang fantastis. Jika nilai tersebut dikalikan jumlah 125 desa yang tersebar di Minut, bisa mencapai Rp5,5 miliar.

Proses pencatutan nama yang ditenggarai melibatkan Tenaga Ahli (TA) bupati, guna menakut-nakuti perangkat desa untuk pembelian aplikasi tersebut adalah bentuk pelanggaran pidana yang wajib diusut.

“Ini bukan aksi pencatutan biasa dan tak main-main. Coba bayangkan, bila saja peristiwa atau informasi pencatutan nama bupati ini tak terekspose ke media, berapa banyak keuntungan yang diraih dari penjualan aplikasi ini? Berapa banyak anggaran desa yang dikeluarkan? Pemkab Minut dalam hal ini pak bupati, wajib memberikan tindakan tegas,” kritik aktifis yang juga pencinta lingkungan ini, Minggu (28/3) 2021, malam.

Rumimpunu, ikut menyayangkan sikap anti kritik pemerintahan Minut saat ini atas informasi yang disampaikan media soal tindakan tak terpuji oknum-oknum tak bertanggungjawab.

“Seharusnya, pemerintah Minut jelih melihat pemberitaan yang disajikan. Jangan mengkambing hitamkan media. Harus diapresiasi, sebab media mampu membongkar praktek-praktek kotor yang dilakukan tanpa sepengetahuan bupati. Bisa dibayangkan, kalau hal-hal seperti ini didiamkan media, ini seperti membiarkan praktek kotor dalam pemerintahan Joune Ganda-Kevin Wiliam Lotulong (JG-KWL) yang menginginkan perubahan serta kemajuan di Minut. Kritik terbuka demi sebuah perbaikan oleh media, itu lebih baik, daripada mendiamkan kejahatan,” tegasnya.

Secara utuh, aktifis yang tergabung dalam organisasi Barisan Muda Minahasa Utara (BMMU) ini, mensupport penuh sikap Bupati Minut Joune Ganda yang langsung melakukan klarifikasi atas pencatutan namanya.

“Kami support langkah tegas bupati yang sudah melakukan klarifikasi. Namun jika informasi ini tanpa sepengetahuan bupati, kami berharap bupati bisa mengambil langkah tegas dan wajib menindak oknum-oknum tersebut, termasuk mereposisi serta mengevaluasi keberadaan Tenaga Ahli (TA). Sekali lagi, perbuatan pencatutan nama merupakan tindakan pidana, wajib dipolisikan,” kecam Rumumpunu yang juga sebagai ketua dewan penasehat BMMU. (van/rds)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending