Connect with us

Minut

SALUT! Difasilitasi Kumtua Tetey Nelwan Tumundo, Aspirasi Warga Dipenuhi

Published

on

SERAP ASPIRASI: Nampak suasana pertemuan anatar masyarakat pembawa aspirasi dan pemerintah Desa Tetey.

TELEGRAFNEWS-Keberanian Hukum Tua Desa Tetey, Kecamatan Dimembe Nelwan Tumundo patut diacungi jempol. Pasalnya, sejumlah warga setempat mempertanyakan anggaran dana desa (Dandes) yang dikelola oleh Kumtua selama menjabat.

Kumtua pun memfasilatasi warga yang mempertanyakan hal tersebut dengan mengundang mereka (warga red) secara resmi di Kantor Balai Desa Tetey yang dihadiri oleh Camat Dimembe, Kapolsek dan seluruh perangkat desa serta para pendamping desa.

Dalam pertemuan itu, terpantau cukup alot. Namun ada sejumlah persoalan yang dibahas itu akhirnya menemui titik terang dan warga pun sudah mendapat jawaban jelas terkait hal-hal yang dipertanyakan ke pemerintah desa itu.

Meski demikian, ada point-point tertentu yang belum bisa disampaikan pemerintah setempat terhadap pertanyaan warga. Namun, pertemuan tersebut dipending, karena Pemdes harus menyiapkan data-data untuk menjawab pertanyaan-pertanya warga itu dan telah disepakati bersama untuk diangendakan kembali.

Kepalah Kecamatan Dimembe usai melakukan pertemuan tersebut kepada sejumlah media, Ia mengapresiasi sikap masyarakat yang telah dewasa dalam menyampaikan aspirasi.

Ia pun mengurai proses awal hingga adanya pertemuan tersebut.

“Awalnya ada surat tanpa nama (surat kaleng) yang dituju ke BPD. Namun karena tak ada penanggungjwab dalam surat itu BPD sampaikan ke saya. Isi dalam surat itu, ada sejumlah pertanyaan mengenai pertanggungjawaban dana desa. Saya pun langsung merespon surat tersebut walaupun surat tak ada nama dan dituju untuk BPD,” urainya.

Kemudian sambung dia, setelah berkoordinasi dengan BPD terungkap aktor pembuat surat yang dimaksud.

“Setelah mengetahui si pembuat surat ini, kami langsung agendakan pertemuan ini dengan memfasilitasi mereka (warga red) untuk melakukan pertemuan. Selain warga, camat dan kapolsek Dimembe pun kami undang dalam pertemuan ini,” terangnya.

Dia pun tak menampik adanya desakan masyarakat untuk menyampaikan pertanggungjawaban yang diminta.

“Kami bersyukur, ada warga yang mempertanyakan hal ini. Artinya, mereka (warga red) punya kepedulian terhadap desa juga,” tuturnya.

Meski demikian, dalam pertemuan tersebut masih ada yang belum terjawab seperti apa yang diminta oleh warga. Karena harus melibatkan mantan hukum tua, para mantan pendamping desa serta mempersiapkan sejumlah data.

“Namun sangat disanyangkan juga, saya baru menjabat sebagai kumtua diakhir tahun 2019, tapi diminta untuk menyampaikan pertanggungjawaban mulai dari tahun 2016 sampai tahun 2020. Ini kan aneh, memang tahun-tahun sebelumnya saya bagian dari perangkat desa, bukan sebagai kumtua. Dan tahun-tahun sebelumnya sudah ada pertanggungjawaban hingga ke Dinas Dinsos/PMD, bahkan sudah diperiksa Inspektorat. Kalaupun saya diminta pertanggungjawaban tahun anggaran 2020 boleh saya sampaikan, tapi untuk 2016-2019 saya bukan kumtua dan penguasa anggaran kepana saya yang diminta pertanggungjawaban? Ini yang saya anggap mereka keliru,” timpalnya.

“Tadi sudah terjawab sebagian apa yang dipertanyakan, tinggal hal yang belum terjawab akan diangendakan kembali pertemuan dan sudah disepakati,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua BPD Tetey Fence Kindangen. Kata Ia, ada surat yang diterimanya tanpa ada penanggunjawab.

“Makanya saya tidak mau merespon itu, karena surat itu dituju ke kami BPD tapi tak ada pananggungjawab surat dari siapa. Setelah saya berkoordinasi dengan kumtua, kumtua langsung merespon surat tersebut,” katanya.

Ia pun mengakui dalam pertemuan tersebut sudah terjawab apa yang diminta oleh beberapa warga tersebut.

“Jadi tadi sudah terkonfirmasi, bahwa berdasarkan musyawarah mufakat dalam pertemuan ini yang kami sepakat antar masyarakat yang mnyampaikn aspirasi dengan pemerintah. Dan kita akan mengadakan rapat kembali dengan hal-hal yang blm disepakati krna ada persoalan yang membutuhkan data,” tukasnya.

Ditempat yang sama, kepada media, Camat Dimembe Ansye Dengan mengakui, pertemuan ini untuk menjawab akan surat yang diajukan sebagian masyrakat desa Tetey yang dialamatkan kepada BPD Desa Tetey.

“Jadi pertemuan ini sudah difasilitasih oleh pemdes untuk memenuhi permintaan warga. Da hasil pertemuan saat ini, ada sebagian sudah terjawab. tetapi ada sebagian belum terjawab, dikrenakn memerlukan data untuk lebih mnyakinkan kewarga. Apalagi msalah ini masyarakat sejak tahun 2016. Jadi, tentunya kmi perlu mengumpulkan data yang ada, agar supaya memberikan jawaban yang akurat,” akuinya.

Dia juga telah meminta kepada BPD untuk menghubungi mantan kumtua dan para mantan pendamping desa untuk memberikan klarifikasih seperti apa yang telah diminta warga.

“Kami dari pemerintah kecamatan, kita tetap siap sebagai pemerintah untuk menerima kritikan dari masyarakat, dengan harapan bahwa kritikan yang diberikan masyarakat ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan yang ada. Dan tentunya, sebagai pemerintah juga, kita harus mampu mempertanggungjawabkan segela sesuatu yang telah dilaksanakan itu sesuai dengan data yang ada,” cetusnya.

Tepisah Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly S. Tr, K. menuturkan ini merupakan suatu wajud dari masyarakat untuk memajukan desa Tetey.

“Dengan kritikan yang membangun, disini saya ingin menghimbau masyarakat yang ingin memberikan aspirasi tetap dalam aturan, saya minta mari kita bersam-sama menjaga keamanan di desa yang kita cintai ini,” tandasnya. (Bungsu)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending