Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Berita Utama

Rencana Tuntut BWF ke CAS Mulai Dipertimbangkan NOC

Published

on

Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) bersama Menpora Zainudin Amali.

TELEGRAFNEWS – Kemenpora melalui Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengaku pihaknya tidak akan mendukung rencana National Olympic Committee (NOC) untuk menuntut Badminton World Federation (BWF) ke CAS (Badan Arbitrase Olahraga Dunia) terkait insiden All England 2021.

Gatot meminta NOC untuk mempertimbangkan lagi upaya untuk menuntut BWF ke CAS. Ia mengungkapkan salah satu pertimbangan yang juga harus dipikirkan adalah permintaan maaf yang telah disampaikan langsung Presiden BWF Poul Erik Hoyer kepada Presiden RI Joko Widodo dan masyarakat Indonesia, Senin (22/3) lalu.

“Dalam sejarah belum pernah ada Presiden BWF yang meminta maaf kepada negara tertentu dengan menyebutkan nama kepala negara. Kedua, seandainya harus menuntut, jangan bawa-bawa kami. Karena sejatinya kami, pemerintah Indonesia tidak ada masalah dengan pemerintah Inggris. Buktinya permintaan maaf yang kami tuntut BWF, bukan pemerintah Inggris,” kata Gatot , Rabu (24/3) 2021.

NOC maupun PBSI diharapkan Gatot juga dapat mempertimbangkan rencana kampanye Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Di samping Olimpiade 2020 Tokyo pada Juli mendatang.

“Pertimbangkan efek strategisnya, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Kalau NOC atau PBSI masih mau ke CAS, monggo. Kami tidak menghalangi tapi jangan bawa kami untuk back-up itu. Intinya, kami mempersilakan untuk menggugat BWF tapi jangan bawa-bawa pemerintah,” kata Gatot.

Dikonfirmasi terpisah, Sekjen NOC Indonesia Ferry Kono mengungkapkan menuntut BWF ke CAS atas insiden All England 2021 masih menjadi opsi. Namun, NOC juga tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan nantinya.

NOC, lanjut Ferry Kono, akan lebih dulu berkomunikasi intensif bersama pemerintah dan PBSI untuk membahas hal tersebut. Tentunya sambil menunggu kepulangan Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang masih berada di Dubai, Uni Emirates Arab (UEA) untuk mengikuti kongres ACC (Asia Cycling Confederation).

Sebelumnya, NOC Indonesia juga disebut Ferry Kono telah menyurati BWF dan NOC Inggris. Surat tersebut berisi protes dan mengecam ketidakadilan dan perlakuan diskriminasi yang diterima tim badminton Indonesia di All England 2021, bukan terhadap hasil pertandingan.

“Yang jelas opsi ke CAS itu sebelum surat terakhir permintaan maaf BWF disampaikan ke pemerintah Indonesia. Kami pasti akan koordinasi dengan pemerintah dan PBSI,” ujar Ferry Kono.

Menurutnya, jika PBSI masih tidak puas dengan keputusan BWF, maka NOC siap untuk melanjutkan proses ke CAS.

“Kami harus duduk bersama stakeholder lain dan menunggu sikap PBSI. Kalau masih ada ketidakpuasan dan meminta NOC melanjutkan proses ke CAS, kami akan fasilitasi. Saat ini NOC masih menunggu surat balasan BWF ke NOC Indonesia. Karena kemarin kan surat yang dibalas itu ke pemerintah,” ujar Ferry Koni.(nicv)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending