Connect with us
Whats-App-Image-2021-08-16-at-02-32-26

Berita Utama

‘Lumpuhkan’ Ekonomi Rakyat dan Pelaku Usaha, Objek Wisata Likupang Wajib Dibuka Kembali

Published

on

Pantai Pal
DITUTUP: Salah satu wisata pantai di Likupang Timur yang kini ditutup sementara. (foto:ist)

TELEGRAFNEWS—Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, tengah digenjot pemerintah pusat maupun daerah. Buktinya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama rombongan, turun langsung meninjau wilayah yang menjadi destinasi super prioritas di Indonesia ini, pada pekan lalu.

Sayangnya, kebijakan membuka akses pengembangan KEK Pariwisata yang ditempuh pemerintah, belum sepenuhnya dibarengi dengan keberpihakan kebijakan terhadap para pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar objek wisata, yang tersebar di sepanjang wilayah timur Minahasa Utara (Minut) ini.

Bahkan hingga detik ini, kawasan wisata di Likupang Timur (Liktim) masih dilakukan pentupan oleh pemerintah daerah sejak beberapa bulan terakhir, selama masa pandemic Covid-19. Kondisi ini, mengakibatkan pelaku usaha maupun masyarakat sekitar menjerit karena himpitan masalah ekonomi.

Karenanya, aktivis Likupang Donald Rumimpunu, mendorong pemerintah daerah untuk bisa meninjau kembali terkait kebijakan melakukan penutupan objek wisata di Liktim. Alasanya, kebijakan ini sangat berdampak pada ekonomi rakyat, bahkan bisa berimbas pada upaya pemerintah melakukan pengembangan Liktim menjadi KEK Pariwisata super prioritas.

“Harapannya, pemerintah daerah bisa mempertimbangkan kembali kebijkan penutupan tempat wisata pantai, khususnya yang  ada di likupang.  Kita ketahu, Likupang ditetapkan sebagai destinasi wisata oleh pemerintah Pusat. Harusnya didukung dengan kebijakan berimbang, jika objek wisata dibuka tentunya penerapan protokol kesehatan bisa dijalankan semaksimal mungkin,” tandasnya.

Kondisi pentupan kawasan wisata ini, lanjut Rumimpunu, sangat berdampak pada pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat dan pelaku usaha yang beraktivitas di wilayah wisata Likupang Timur.

“Ini juga bukan hanya soal hiburan semata. Tetapi soal perut, banyak masyarakat pelaku usaha pariwisata di Liktim, yang biasanya setiap minggu mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Karena pandemi ini, bahkan ada yang tidak memiliki penghasilan. Sebabnya, sebisa mungkin kebijakan ini bisa di kaji kembali, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dan jumlah pengunjung yg dibatasi tentunya,” harap Rumimpunu. (bungsu/rds)

Advertisement Whats-App-Image-2021-06-18-at-13-12-18
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending