Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Berita Utama

Hujan Landa Manado, Warong Kobong Milik Eks Wakil Wali Kota Manado Ludes Terbakar

Published

on

LUDES: Amukan api menghanguskan bangunan warong kobong di Pumorouw, Kota Manado. (foto:ist)

TELEGRAFNEWS—Guyuran hujan yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (21/3) 2021 siang, tak menyulut amukan ‘si jago’ merah, menunjukan aksinya. Menyusul satu unit rumah yang merupakan lokasi usaha rumah kopi dan kuliner bernama Warong Kobong, tinggal puing-puing hangus terbakar kobaran api yang begitu cepat menyala.

Beruntung, api yang membakar lokasi Warong Kobong dan terletak di bilangan jalan Pumorow, Kelurahan Teling, Kecamatan Wanea, milik Harley Mangindaan eks Wakil Wali Kota Manado periode 2010-2015 , dan sudah beroperasi sejak lima tahun terakhir itu, cepat dipadamkan tim Damkar Kota Manado, sebelum merambat menghanguskan kantor milik pemerintah yang terletak di sekitar lokasi kejadian.

Tak ada korban jiwa, hanya kerugian atas peristiwa kebekaran yang menghebohkan warga Kota Manado itu, ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah bahkan mendekati miliiaran, mengingat lokasi tempat usaha kopi dan makanan tradisional ini cukup luas dan berisi barang-barang mewah.

Informasi diperoleh TelegrafNews, belum bisa dipastikan sumber asal api, namun diduga berasal dari bagian belakang (dapur) Warong Kobong. Hanya saja, di lokasi terjadinya kebakaran ini, ditemukan seseorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa, tengah berada di belakang bangunan.

“Api datang dari belakang, langsung menyebar cepat, dan menghanguskan bagian-bagian gedung lokasi warong kobong,” tutur Anto salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Pemilik Warong Kobong, Harley Mangindaan, dikonfirmasi melalui pesan suara via aplikasi WhatsApp, mengakuni adanya insiden kebakaran yang menimpa lokasi usahanya. Kata dia, memang pada hari Minggu, tempat usahanya itu tidak dibuka.

“Jadi ada beberapa telepon yang masuk dan salah satunya mengabarkan soal kejadian. Sumber kebakaran bisa datang darimana saja sekalipun maaf, di lokasi di sekitar bagian belakang sekali lagi maaf didapati ada warga yang sedikit terganggu kesehatan jiwanya. Tapi soal pastinya saya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang,” jelas Ai sapaan akrabnya.

Ditanya soal kerugian yang diderita, Ai mengaku bahwa kerugian terbesar bahwa Warong Kobong telah menjadi salah satu tempat ikonik di  Kota Manado yang reresentatif dan natural.

“Sudah kurang lebih lima tahun Warong kobong hadir, dan menjadi tempat kumpul berbagai kalangan yang representatif. Terlebih di masa pandemi ini, warong kobong banyak diminati karena suasana yang alami kemudian sirkulasi udara yang baik. Jadi barangkali ini kerugian yang cukup terasa,” ucapnya.

Selaku Dosen Ekonomi, Ai juga mengatakan belum dapat memastikan berapa total kerugian karena ada hitungan yang harus dilakukan terlebih dahulu, termasuk menghitung penyusutan yang terjadi sejak dibukanya Warong Kobong.

“Untuk sementara, sambil kami menyampaikan bahwa Warong Kobong ditutup sementara, kami masih akan menghitung dulu berapa kerugiannya sambil menunggu semua hal menyangkut terjadinya kebakaran diselesaikan oleh aparat,” tutupnya. (Denny)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending