Connect with us

Berita Utama

Bahas KEK Likupang, Olly Dondokambey-Sandiaga Uno Targetkan Investasi Pelaku Usaha Rp750 Miliar

Published

on

Pariwisata Likupang
SERIUSI: Gubernur Olly Dondokambey bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Bahas KEK Likupang. (foto:humas/PemprovSulut)

TELEGRAFNEWS—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, benar-benar dijadikan super prioritas oleh pemerintah pusat.

Angka investasi yang ditargetkan untuk pelaku usaha berinvestasi di wilayah ini, mencapai Rp750 miliar untuk tahap awal di tiga tahun pertama pembangunan kawasan ini, menjadi area wisata. Itu dimulai pada tahap pertama pembangunan berupa resort, danau, area komersial, ruang terbuka hijau dan cultural village, menargetkan investasi sebesar Rp164 miliar.

Pemerintah Provinsi Sulut sendiri, tak main-main mengembangkan KEK Pariisata Likupang, dalam pertemuan bersama stake holder Gubernur Oily Dondokambey di depan Sandiaga Uno sekalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) di Likupang, Sabtu (6/3) 2021.

Berbagai hal dibahas gubernur bersama menteri. Dimana targetnya, KEK Pariwisata Likupang, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan membuat model terobosan berupa pengembangan kawasan melalui industri jasa pariwisata bertaraf internasional.

“Sebabnya, pengembangan KEK Likupang yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), serta masyarakat sekitar KEK tersebut berada. Dukungan itu harus terencana, terintegrasi, dan dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Olly Dondokambey dalam pertemuan itu.

Nantinya di KEK Pariwisata Likupang, juga dilakukan pengembangan akomodasi, resort, entertainment dan MICE. Sementara untuk area di luar area KEK juga dikembangkan Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.

Lahan seluas 197,4 hektar merupakan area yang menjadi pembangunan KEK Pariwisata. Proses pengembangannya dilakukan dalam tiga tahap, pada tahap pertama dibangun sekira 92,89 hektare sejak 2020 hingga 2023 ditahap pertama ini.

Diketahui, sebelum terjadi pandemi Covid-19, KEK Likupang diharapkan dapat meningkatkan serapan wisatawan mancanegara di Sulut sebesar 162 ribu orang pada tahun 2025. Jumlah ini menyerap sekitar 16% dari target yang ditetapkan oleh Gubernur Sulut yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025. Selain itu, KEK Likupang diprediksi mampu memberikan kontribusi pada pendapatan devisa, di tahun 2030 sebesar Rp 22,5 triliun. (vira)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending