Connect with us
BANNER-DINAS-PUPR-BOLAANG-MONGONDOW

Daerah

Geliat UMKM di Tengah Pandemi, Sonny : Tingkat Produktivitas Pasar Normal

Published

on

TELEGRAFNEWS – Pembatasan waktu beroperasi terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selama masa Pandemi Covid-19, memang memberi dampak besar pada perekonomian di tiap daerah. Dimana beberapa pengusaha/pedagang seperti warung makan, harus membatasi jam pelayanan terhadap konsumen karena kondisi yang ada.

Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, pembatasan jam operasi itu tidak sepenuhnya berlaku, sebab geliat usaha di Sangihe tidak sama dengan kabupaten/kota besar lain.

“Ketika mewabahnya Covid-19, memang tidak ada larangan untuk menutup warung/toko sampai jam berapa, namun karena kondisi pandemi yang mengharuskan semua dirumah aja, maka dengan sendirinya pedagang atau pelaku usaha merasakan dampak dan perubahan yang ada, dimana berkurangnya arus beli masyarakat sehingga dengan sendirinya mereka tutup lebih awal,” Ungkap Sonny Kapal, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Senin,(22/3) 2021.

Sementara untuk geliat ekonomi di pasar rakyat yang ada di Sangihe, Kata Sonny berjalan normal bahkan tingkat produktivitasnya diangka 80 persen.

“Untuk kondisi di pasar rakyat contohnya Pasar Towo-Tahuna, dari pantauan kami berjalan seperti biasanya, karena pasar rakyat disini juga kan tidak sampai larut malam. Hanya saja aktivitas merasa sedikit terbatas karena penerapan protokol kesehatan,” Jelasnya.

Bahkan salah satu indikator yang jadi tolak ukur geliat ekonomi dikalangan para pelaku usaha, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), ternyata mengalami penurunan dimasa Pandemi Covid 19.

“Kami juga sudah melakukan survey ke Bank terkait KUR pada bulan Maret sampai Juni 2020, dan ternyata hasilnya turun drastis. Namun setelah masuk new normal, sekitar bulan Agustus – September sudah mulai ada kenaikan meskipun belum pada angka normal seperti sebelum pandemi,” Papar Sonny.

Terpisah, salah seorang pengusaha warung makan juga mengungkapkan terkait kondisi yang dialami semasa Pandemi Covid-19.

“Pelanggan yang datang makan disini banyak, bahkan kami harus buka sampai malam; tapi ketika Pandemi Covid 19 melanda itu sangat terasa, dimana penghasilan kami menurun dan sering tutup lebih awal karena orang-orang jarang keluar, di rumah aja. Namun bersyukur akhir-akhir ini sudah mulai normal lagi, dan aktivitas berjualan bisa kembali stabil, meski tidak seramai dulu,” Ujar Ibu Sri. (Ddy)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending