Connect with us

Hiburan

Tawaran 200jt Ditolak Youtuber ini, Tidak Mau Buat Konten Settingan

Cerita Fiki Naki Menolak Uang Kerjasama senilai 200 Juta Karena Tidak Mau Membuat Konten Yang Terlalu Settingan dengan Dayana

Published

on

Masalah Fiki Naki dan Dayana
Gambar Tangkapan Layar dari Youtuber Fiki Naki

TELEGRAFNEWS- Youtuber asal Penkanbaru, Fiki Naki menolak kerja sama senilai 200 juta. Hal ini disampaikannya dalam video berdurasi 10 menit melalui aku youtube pribadi (Fiki Naki) berjudul “Ini Yang Sebenarnya Terjadi” diupload 15 Februari 2021.

 

Video itu membahas masalah yang viral dimedia sosial, antara manajernya dan manajer Dayana soal kesepakatan kerja sama untuk membuat konten di hari Valentine.

Fiki Naki adalah youtuber terkenal yang meracik konten OmeTV dan diunggah ke channel youtubenya.

Ia mahir berbahasa asing. Mulai dari Bahasa Inggirs, Rumania, hingga Rusia, Fiki mampu menembus tembok komunikasi antar negara.

Dari sanalah, ia bertemu Dayana, Gadis Kazakhstan. Melalui OmeTV, Dayana dan Fiki akrab. Kedekatan mereka terlihat dari komunikasi yang diunggah Fiki berkali-kali di youtube.

Alhasil, konten Fiki yang menghadirkan Dayana di beberapa episode dalam koleksi video youtubenya, lantas menarik perhatian netizen Indonesia.

Tak heran, Instagram Dayana banjir follower. Gadis Kazakhstan itu terkenal di indonesia. Fiki mengaku, komunikasi yang dilakukan dalam kontennya murni bukan settingan. Hal Itu terjadi begitu saja

Fiki menyadari, mungkin itu hal itu yang disukai penontonnya.

“Em, gini. Aku dan Dayana itu dari awal ketemu di OmeTV juga ngak pernah disetting. Kalian juga tahu kan OmeTV itu gimana” Ucap Fiki Naki, dalam Video Youtubenya.

Selanjutnya, Fiki membantah  anggapan yang menganggap memanfaatkan Dayana dalam pembuatan videonya. Dia bercerita, jika baginya Dayana hanya sekedar untuk menarik keuntungan finansial, Fiki menolak tawaran Kerjasama 200jt dari brand ternama.

“Banyak kerjaan, sebelum-sebelunya itu, yang, em, brendnya itu meninta aku buat video sama Dayana” Kata Fiki  “ Dan ada, satu brand itu menawarkan harga tinggi banget. Tinggi Banget. Mungkin Sekitar 200jt kali” Lanjut Fiki sambil menengok Manajer yang duduk disanpingnya seraya meyakinkan.

“Dan Aku ngak mau ambil” Tegas Fiki dengan mata meyakinkan.

Fiki menjelaskan alasan tidak mengambil tawaran mahal itu karena menurutnya, konten yang ditawarkan terlalu settingan.

Ditambahakan manajernya, bahwa Fiki waktu itu diminta membuat konten settingan. Fiki diperintah agar menggunakan Jas, kemudian membuat hiasan lampu-lampu romantis, selanjutnya disuruh berkomunikasi dengan Dayana.

“Itu salah satu alasan, karena kelihatan terlalu settingan, kita tidak mau kecewakan teman-teman juga” Ucap Manajer Fiki

“Iya. Aku juga ngak mau, semua konten yang dibuat bersama Dayana, kayak ah settingan ah. Dibuat iklan melulu, buat ini melulu, ngak mau” Tutur Fiki, menjelaskan bahwa benar ia tidak mau kontenya dikira settingan semata.

Alasan di atas, Fiki akhirnya membatalkan kerja sama senilai 200 juta.

Dimenit ke 3:43, Fiki melanjutkan cerita, menjelasakan alasa dibalik pembuatan video itu, dan menklarifikasi masalah Dayana.

Diminta Fiki agar manajernya yang menjelaskan semua Masalah. Karena Menurut Fiki, Manajernya yang terlibat langsung soal masalah komunikasi dengan manajer Dayana.

Di bawah ini, Kronologi Masalah Versi Manager Dayana

Bentrokan Dayana dan Fiki Naki berawal dari upload Dayana di Instagram Story mengenai kekecewaannya terhadap kerja sama dia dengan Fiki Naki untuk membuat content yang telah ditetapkan pada hari Valentine, yang mengikutsertakan sponsor.

Dalam ide yang diulas mereka, Dayana dibikin seakan memperoleh hadiah yang dikirimkan Naki dari Indonesia, sementara Naki akan ditata seolah sedang menyiapkan Valentine dari jauh.

Tetapi semua tidak berjalan mulus, sampai pada akhirnya membuat manager Dayana dan manager Naki berseteru, seperti selanjutnya disingkap manager Dayana melalui Instagram Story @demi.manager. Berikut ringkasannya.

Ulasan awalnya

Dari perbincangan di antara manager Dayana, yang dalam pembicaraan itu dinamai Akhzan, dan manager Naki, Terre, sebelumnya semua berjalan dengan baik.

Keduanya mengulas mengenai gagasan mempersiapkan hadiah dengan beli barang yang diharapkan Dayana di Kazakhtan dan membuntelnya seakan itu dikirim oleh Naki dari Indonesia.

Pihak Naki tawarkan gagasan lain

Pihak Naki mendadak membahas dengan pihak Dayana, untuk dapat beli barang dengan uang mereka dahulu seperti bujet yang telah disetujui, dengan alasan hari liburan.

 

“Dapatkah kamu beli dengan bujet yang saya ucapkan awalnya? Karena campaign ini akan berjalan pada hari Minggu,” catat pesan dari pihak Naki.

Selanjutnya dijawab oleh pihak Dayana jika mereka tidak dapat melakukan karena akan memakai uang untuk sewa apartemen.

Persoalan transfer

Selanjutnya terjadi permasalahan pembayaran, di mana dari Indonesia tidak dapat lakukan transaksi bisnis valas pada hari liburan.

“Tadi malam saya telah coba mengirimi fee kamu. Dan kami tidak bisa disebabkan ini liburan dan akhir minggu,” kata pihak Naki dalam pembicaraan.

 

Pihak Dayana sempat pernah tawarkan lakukan pengangkutan uang lewat Western Union, tetapi ditampik oleh pihak Naki, dengan argumen tak pernah dan tidak ada ketentuan di perusahaan memakai itu.

Dalam pembicaraan itu, pihak Naki tawarkan untuk pilih barang dari online shop di negara Dayana, dan nanti akan dibayarkan oleh pihak Naki. Sementara untuk pembayaran honor masih dilaksanakan pada hari Senin, hari kerja.

Ulasan pengangkutan

Pihak Naki mereferensikan untuk pihak Dayana memanipulasi pengangkutan barang dengan memakai contoh kardus kiriman dari Shipper.

 

“Kemungkinan kamu dapat memakai ini atau pada bagian atas, tetapi tolong untuk ambil gambar logonya dahulu saat sebelum kamu membukanya,” kata pihak Naki.

Pihak Dayana mempersiapkan kardus, cetak simbol Shipper, selanjutnya mengirimkan kepada pihak Naki untuk mendapatkan kesepakatan.

Dari pihak Naki minta warna yang serupa tepat dengan yang diajarkan, disamping itu koreksi wujud kardus yang dijajakan pihak Dayana, karena menganggap begitu besar.

Ulasan waktu mengupload

Fiki Naki disebut akan mengupload ulangi di account media sosialnya jam 12.00 siang dan Dayana menguploadnya pada pagi hari.

Selanjutnya pihak Dayana menjelaskan jika ketidaksamaan waktu Jakarta dengan Kazakhtan cuman empat jam. Hingga disetujui untuk Dayana mengupload di jam 11.00 pagi

Pembicaraan awalnya masalah hadiah

Dayana awalannya inginkan hadiah berbentuk cincin dari merk Pandora, dan mengirim gambar cincin yang diartikan kepada pihak Naki, di mana mereka sempat pernah menanyakan mengapa tidak gelang saja.

“Dayana inginkannya, saya pikir ini versus terbaik,” kata manager Dayana.

Selanjutnya pihak Naki menerangkan jika cincin nampak begitu resmi.

“Cincin begitu resmi. Saya tidak ingin ada prasangka lebih. Saya pikir lebih bagus untuk Fiki dan Dayana, dan kita harus membuat perlindungan mereka dari pendapat khalayak,” kata pihak Naki.

 

“Orang akan berpikir tunggu Fiki tiba dan semua usai. Dan kami tidak bisa tiba saat ini karena perbatasanmu tutup sampai Mei 2021,” kata pihak Naki kembali.

Pembicaraan hadiah bersambung

Pihak Naki kembali mengulas mengenai hadiah yang diputuskan Dayana dari Pandora, walau sebenarnya mereka dapat membeli di toko biasa.

Selanjutnya memperjelas akan melunasinya pada hari Senin.

“Kamu dapat beli kalung atau gelang di Mango atau Zara. Tetapi kamu menyarankan pada saya Pandora. Saya akan membayarmu Senin. Kupikir kamu sepakat dengan itu?” kata pihak Naki.

“Kami tidak dapat beli saat ini, Dayana pilih cincin, kami habiskan uang untuk cincin. Kami dapat beli apa saja yang kamu harapkan, tetapi Senin atau untuk memperlihatkan cincin ini pada hari Valentine,” catat manager Dayana.

Awalannya diurungkan

Perbincangan itu berbuntut dengan penangguhan langsung dari pihak Naki.

“Sorry saya akan menggagalkan. Kontrak ini bukanlah yang paling besar untuk sekarang ini. Saya ucapkan dalam daerah usaha,” kata pihak Naki.

Tukar hadiah dan pihak Naki kembali berbicara mengenai kardus pembungkus

 

Sesudah putuskan menukar hadiah sama seperti yang disuruh, pihak Naki kembali koreksi mengenai kardus dan simbol pengangkutan. Mereka merekomendasikan supaya faksi Dayana mencetaknya berbentuk stiker, tetapi pihak Dayana tidak mendapati tempat semacam itu.

“Tolong logonya nampak bagus ya,” kata pihak Naki.

“Saya tidak janjikan apa saja, tetapi saya coba yang terbaik,” kata pihak Dayana.

Pihak Naki minta kartu perkataan untuk disembunyikan, tetapi pada akhirnya diurungkan. Mereka merekomendasikan untuk membuntelnya kembali dengan selotip bening Scotch supaya paket nampak baru.

Selanjutnya merekomendasikan beberapa lokasi yang dapat cetak simbol dengan stiker.

Kejadian Scotch

Sesudah semua disetujui, mendadak manager Dayana menjelaskan Scotch mereka diculik di posisi saat mereka shooting, hingga tidak dapat mengupload video seperti saat yang dijanjikan, selanjutnya janjikan waktu yang lain.

“Seorang ambil scotch kami di posisi, jadi kami tidak dapat mengupload story di Instagram esok jam 11.00, kemungkinan sedikit lebih lamban,” kata manager Dayana.

Dengar hal itu, pihak Naki menanyakan pertanggungjawaban manager Dayana.

Pada akhirnya faksi Naki yang membuat buntel hingga pihak Dayana kelak tinggal menguploadnya.

Pembicaraan masalah photo hadiah siapakah yang diupload

 

Pihak Naki memberi contoh apa yang perlu dicatat Dayana di upload Instagram dan minta supaya apa yang mereka kirimkan hanya itu yang diupload.

Tetapi pihak Dayana ingin supaya apa yang telah mereka bikin diupload, dan muncul pembicaraan.

“Buat apa kami kerjakan semua. Tidak dapatkah mereka menjelaskannya pada awal?” kata pihak Dayana.

“Kami cuman menghabiskan waktu karena itu. Serta kami tidak dapat memperlihatkan apa didalamnya, karena kotaknya berlainan,” lanjut manager Dayana dalam pesan itu.

Pihak Naki bersikukuh Dayana mengupload photo dari buntel hadiah yang telah dibikin pihak Naki dengan argumen telah mendapatkan kesepakatan dari client.

“Ini jalan keluar terbaik. Saya memberikanmu jalan keluar, kamu perlu menguploadnya. Karena telat, jadi client minta semacam ini, kami dapat kesepakatan,” kata pihak Naki.

Tetapi Dayana menampik karena photo sepatunya nampak menakutkan, dan menyebutkan beberapa orang Kazakhtan akan menertawai hadiah Fiki.

Tetapi selanjutnya mereka sepakat untuk menguploadnya.

Mendadak honor dipotong

Pihak Dayana mendadak saja merasakan berita jika honor mereka dipotong karena argumen permasalahan yang disebabkan karena mereka.

“Kami dapat mengirim fee kamu dalam Dollar AS, karena permasalahan ini kamu segera dapat (disensor). Esok keuangan saya akan membayarmu,” kata pihak Naki.

“Kami menampik bekerja bersama. Akhirnya kerja kita. Terima kasih,” balas pihak Dayana.

Upload dihapus

Ini nampak dari pihak Naki yang menanyakan upload photo sepatu yang telah dihapus Dayana.

“Apa kamu serius meniadakan story-nya? Client ngomong pada saya kamu harus menguploadnya kembali pada waktu 30 menit,” kata pihak Naki.

Instagram @demi.manager Dayana

(HH/KS)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending