Connect with us

Berita Utama

TGR Rp 57,8 Miliar, Rondonuwu: Ini Bukan TGR, APH Silahkan Masuk!

Published

on

DESAK: Anggota DPRD Minut Stendy Rondonuwu mendesak penanganan dana covid. (FOTO:Bungsu/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS-Ketua partai berlambang marcy di Minahasa Utara (Minut) Stendy Rondunuwu kembali soroti Tuntuntan Ganti Rugi (TGR) sekira 57,8 Miliar rupiah yang dialamatkan di Dinas Pangan Pemkab Minut, oleh BPK RI Perwakilan Sulut pada medio 2020 silam.

Menurutnya, rekomendasi BPK RI Perwakilan Sulut, terkait TGR di Dinas Pangan Minut salah alamat.

“Ini bukan lagi TGR, tapi sudah ada dugaan korupsi. Kalau TGR misalkan (dia mencontohkan), ada pembangunan fisik drainase panjang 100 meter ( sesuai kontrak) dan sudah terbayarkan, tapi lewat pemerikasaan BPK di tahun berikutnya ternyata hanya 99 meter panjang yang di kerjakan. Maka TGR 1 meter selisih di kalikan satuan harga Itu namanya TGR artinya tidak di sengaja. Sementara yang di TGR kan 57,8 Miliar ini tak bisa dipertanggungjawabkan dengan nota belanja. Ini yang kami sebut ada indikasi korupsi, makanya tak harus menunggu deadline waktu baru APH masuk. Skarang juga APH boleh masuk, karena tak bisa dipertanggungjawabkan,” timpal Ketua Fraksi Demokrat ini, Rabu (10/02) 2021.

Lanjut dia menerangkan, jika ada pembelanjaan tapi tidak disertai bukti atau nota belanja itu namanya fiktif.

“Jadi kalau tidak ada nota belanja (fiktif), sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat, meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menelusuri kasus tersebut. Karena ini bukan lagi TGR, tapi sudah ada dugaan Korupsi,” tegasnya.

Karena sambung dia, ini bukan uang kecil, ada puluhan Miliar uang negara yang diduga raib ditangan oknum-oknum yang tak bertanggungjawab.

“Terkait hal ini, sekali lagi kami mendesak pihak APH untuk sesegera menyelamatkan uang negara. Kalau cuma TGR ini tidak membuat jera kepada oknum-oknum yang nakal, dan saya pastikan akan menjadi referensi buat oknum yang menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggara (KPA) karena tidak membuat jerah kepada oknum seperti ini. Sebab, anggaran 57,8 Miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan, tapi cuma sampai di TGR,” kunci politisi kawakan Minut ini. (Bungsu)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending