Connect with us

Daerah

Sayonara! MEP ku Sayang, JAK ku Malang

Published

on

Michaela Paruntu
SAYONARA: Michaela Elsiana Paruntu saat masuk kantor DPRD Sulut. (FOTO:ist)

TELEGRAFNEWS – Idiom anakku sayang anak ku malang, nampaknya berlaku pada peristiwa yang menimpa Michaela Elsiana Paruntu (MEP). Figur sosok wanita multi talenta yang dimiliki Bumi Nyiur Melambai ini, mendadak viral seantero nusantara, lantaran aksi nekatnya usai membongkar dugaan perselingkuhan suaminya James Arthur Kojongian (JAK) dan sempat direkam warga, medio Januari lalu.

Secara manusiawi, bias saja MEP putri kandung mantan rektor Universitas Samratulangi ini, sudah memaafkan perbuatan suami tercinta. Hanya saja, peristiwa itu sudah bergulir ke publik dan menjadi konsumsi umum,  tentunya ADA konsewensi yang dialami MEP,  terutama terhadap James Arthur Kojongian (JAK) sebagai politisi.

Sanksi sosial terhadap James Arthur Kojongian (JAK), diberikan warganet maupun masyarakat secara umum. JAK sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, dipaksa mundur dari posisinya dan diproses Badan Kehormatan (BK).

Rabu (3/2) 2021, sekira pukul 15.15 WITA, Michaela Elsiana Paruntu (MEP) pun tiba memenuhi klarifikasi di depan Badan Kehormatan DPRD. Kedatangan MEP didampingi kader partai Golongan Karya, Rubby Rumpesak, menjadi pertanda karir JAK diujung tanduk.

Karir politik JAK bisa dipastikan pudar, bahkan langkah pemecatan terhadap dirinya sebagai wakil rakyat maupun kader Golkar, tengah di ujung tanduk. Sinyal ‘pembalasan’ itu ditunjuk MEP dengan memenuhi panggilan Badan Kehormatan DPRD.

Sumber Telegrafnews yang dirangkum dari petinggi partai Golkar, sekira pukul 19.00 WITA, tadi menjabarkan, posisi JAK dipastikan tumbang di DPRD maupun sebagai kader partai berlambang beringin. Itu disebabkan, dorongan atas sanksi terhadap perbuatan JAK ini, digaungkan langsung oleh Ketua Ikatan Istri Partai Golkar, Haryanti Erlangga (istri Ketum Golkar).

“Sayonara! JAK dipastikan tumbang, dorongan ini langsung dari pusat. Itu ditandai lewat pengaktifan dirinya (JAK) sebagai fungsionaris partai Golkar Sulut,” beber sumber sembari meminta namanya dirahasiakan.

Disentil, apakah tumbangnya JAK karena diberhentikan sebagai anggota DPRD Sulut atau seperti apa? Sumber menambahkan, jika proses menuju hal tersebut masih dalam negosiasi dan dibicarakan secara internal.

“Ini masih dalam tahapan pembahasan internal. Partai menunggu hasil dari Badan Kehormatan, bisa saja JAK tak lagi menjabat sebagai wakil ketua DPRD, atau bisa saja dilakukan PAW dan dipecat sebagai kader oleh partai,” tampik sumber secara diplomasi.

Sikap dingin MEP tergambarkan, saat melakukan keterangan ke wartawan usai diklarifikasi Badan Kehormatan. MEP tak banyak bicara ke awak media, jawabannya singkat.

“Yah, saya serahkan semuanya kepada BK, bagaimana pun hasilnya dan prosedurnya diserahkan ke Badan Kehormatan DPRD,” ungkapnya singkat. (indah/rds)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending