Connect with us
Whats-App-Image-2021-08-16-at-02-32-26

Minsel

Resign dari PT Wicaksana, Karyawan Mengeluh Tidak Diberi Insentif

Published

on

PT. Wicaksana Amurang

TELEGRAFNEWS – Ketenagakerjaan diatur dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). Lalu belakangan ini, kita juga tahu bahwa Omnibus Law telah disahkan yaitu Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan Pasal 156 ayat (5) UU Cipta Kerja, ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Acuan hukum di atas menjadi dasar bagi para karyawan yang resign di PT. Wicaksana Amurang. Mereka mengeluh, tidak dapat intensif dan surat pengalaman kerja (SPK)

Tidak hanya itu, PT. Wicaksana Amurang yang bekerja sama dengan Unileveri bertempat di Amurang, Kecamatan Pondang, Kabupaten Minahasa Selatan, didapati tidak pasang plang perusahaan. Kelalaian ini dikabarkan sudah semenjak Mei 2020.

Setelah dikonfirmasi kepihak  PT. Wicaksana, melalui  Supriyanto, Human Resources Development (HRD), terkait dua masalah di atas, Tim Telegraf News belum mendapat jawaban yang memuaskan ketika di tanya melalui pesan whatsapp.

HRD PT. Wicaksana itu merasa tidak memiliki wewenang untuk menjawab. Diarahkanya, agar menanyakan langsung ke bagian pusat.

“Saya tidak mempunyai wewenang untuk pertanyaan yang akan dipublikasikan, langsung ke pusat saja” Jawabnya.
(CR-1)

 

Advertisement Whats-App-Image-2021-06-18-at-13-12-18
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending