Connect with us

Berita Utama

Mandi Bareng Pasangan, Ide Terbaik Rayakan Valentine 2021

Published

on

Pandemi Covid-19 Tak Padamkan romantisme anda dan pasangan .(foto; ist)

TELEGRAFNEWS – Pandemi Covid-19 tak padamkan romantisme dalam perayaan Valentine tahun ini. Valentine 2021, terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi COVID-19.

Jika sebelumnya kita bisa dengan bebas merayakan di mana saja dan dengan siapa saja, tahun ini tidak demikian. Anjuran untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan tidak boleh berkerumun, membuat kita tidak bisa merayakan hari istimewa itu bersama orang-orang terkasih.

Valentine sejatinya dirayakan makan malam romantis diiringi pemberian kado berupa bunga hingga cokelat. Tapi karena pandemi Covid-19, perayaan hari Valentine sedikit banyak berbeda. Pembawa acara podcast Sex with Dr. Jess, O’Reilly yang dikutip dari Healthline, berpendapat hari Valentine kali ini, dipenuhi rasa lelah.

Menurutnya, ini terjadi karena stres akibat kelelahan aktivitas daring hingga pekerjaan yang dapat menjaga jarak dari hubungan asmara di hari Valentine.

“Jika berkepanjangan, stres kronis dapat mengganggu komunikasi antara sistem kekebalan dan akses hipotalamus-hipofisis-adrenal, yang dapat memengaruhi suasana hati, kesehatan mental, tingkat energi, serta metabolisme,” ungkap O’Reilly. Ada beberapa ide yang dapat kita pertimbangkan untuk merayakan hari kasih sayang itu dengan aman selama pandemi Covid-19. Yakni menghindari tekana, merencanakan sesuatu untuk hari Valentine sebenarnya bisa menambah stres dalam hidup” bebernya.

Maka dari itu, O’Reilly menganjurkan untuk fokus pada hal kecil seperti membawakan kopi atau teh di pagi hari.
“Investasi harian lebih penting daripada satu perayaan di bulan Februari,” imbuhnya.

Kemudian mengubah rutinitas. Supaya istimewa, fokuslah untuk berhenti dari rutinitas bersama pasangan saat merayakan hari Valentine. Tidak harus drastis. Misalnya, jika anda biasanya makan malam dan pergi ke bioskop dengan pasangan, ganti dengan mengadakan pesta dansa atau bermain game, mempersiapkan mandi dengan pasangan atau mendekorasi ruangan dengan balon dan pita. dr O’Reilly juga menyarankan agar mendekorasi ulang ruangan.

“Bisakah Anda menata ulang perabot rumah atau memesan sesuatu yang baru, seperti lampu berwarna atau seprai baru hanya untuk menggantinya?” kata O’Reilly.

Menurut O’Reilly, berjalan-jalan bersama cara efektif untuk melakukan percakapan yang bermakna tanpa tekanan, yang dapat memicu romansa. Dalam bukunya berjudul “The Ultimate Guide to Seduction and Foreplay”, O’Reilly memberikan ratusan petunjuk untuk memicu percakapan intim.

Ide berikutnya adalah menghilangkan stress. psikoterapis dan pakar kesehatan otak, Teralyn Sell, PhD meengatakan stres berkontribusi pada penurunan gairah seks. “Kortisol adalah hormon stres dan seiring waktu dengan stres kronis, hormon itu bisa hilang. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan kortisol adalah kelelahan, kewalahan, libido rendah, penambahan berat badan, dan banyak lagi,” kata Sell kepada Healthline.

Dan ide yang terkahir adalah Merayakan Hari Valentine dengan orang lain. tak harus fokus pada hal-hal yang berbau romantis, dr O’Reilly menyarankan agar merayakan Valentine dengan cara yang lain, seperti dengan orangtua, tetangga yang lebih tua, dan juga teman.

“Tergantung pada batasan lokal dan cuaca, Anda mungkin dapat bertemu di luar atau merencanakan sesuatu secara virtual,” ungkapnya.(ivan/scm)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending