Connect with us

Berita Utama

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulut Sebut GAR Alumni ITB Salah Alamat dan Gagal Paham

Published

on

Sudarwin Jusuf Tompunu

TELEGRAFNEWS-Ketua Pemuda Muhammadia Sulawesi Utara Sudarwin Jusuf Tompunu SIP. angkat bicara terkait tuduhan sekelompok orang yang mengatas namakan GAR Alumni ITB. Pasalnya, kelompok tersebut, menuduh Tokoh Muhammadiyah yakni, Prof. Din Syamsuddin sebagai ‘radikal’.

Bung Awien sapaan akbrabnya ini mengatakan, ada semacam menggelitik ketika Ia membaca isi laporan GAR Alumni ITB yang 37 halaman itu.

Sambung dia, Penafsiran terhadap momen yang disertai bukti tanggal kejadian menunjukkan banyak hal yang perlu diperjelas. Oleh siapa? Ya oleh GAR Alumni ITB itu sendiri.

“Segala yang ditujukan itu terkesan dipaksakan. Uraiannya pun agak dramatis dan cenderung sinis,” tegas pentolan Pemuda Muhammadiyah ini, Selasa (16/02) 2021.

Lebih lanjut dikatakannya, jika memang hal itu bertentangan dengan sumpah janji ASN, tentu saja pertentangan itu bukan pada tataran tafsiran sepihak, melainkan pada uraian peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan dianut oleh KASN. Maka, langkah awalnya tentu saja adalah konfirmasi bukan pelaporan.

“Ujung-ujungnya menjadi simpang siur, karena bagai menarik benang kusut, semua makin tak jelas. GAR Alumni ITB di Jakarta mengantakan tidak mengetahui adanya pelaporan. Mahfudz MD mengatakan tidak akan memproses, Kumparan menyebut ada nama jubir kepresidenan di sana,” cetusnya.

Menurutnya, Prof. Din Syamsuddin merupakan tokoh Islam yg memperkenalkan Islam Washatiyah, yaitu Islam yang berdiri ditengah, tidak cenderung kepada salah salu aliran pemikiran manapun atau terikat dan tunduk secara ideologi kepada salah satu varian cara dan corak keagamaan. Dalam pandangan ini dikenal dengan keseimbangan, adil, proporsional, dan moderat.

Tak sampai disitu, Bung Awien juga menjelaskan sosok Prof. Din Syamsuddin yang menjadi panutan generasi Muhammadiyah. Kata Ia, Dalam banyak ceramah dan kumpulan tulisan beliau menggambarkan bahwa Din Syamsuddin merupakan tokoh yg menjunjung tinggi persaudaraan, sebagaimana pernah diungkapkan beliau bahwa manusia dikenal dengan persaudaraan biologis bahwa umat manusia berasal dari Nabi Adam.

“Bahkan dalam konteks keumatan, Din mengatakan bahwa ummat merupakan kumpulan komunitas yang terdiri atas elemen hukum yang hidup, sehingga terbentuk tujuan mulia,” terangnya.

Tambahnya, sekelumit pemikiran Din Syamsuddin ini menunjukkan histori dan hirarki pemikiran yang akomodatif serta jauh dari klaim diktum mati sebagaimana yang santer belakangan ini.

“Tuduhan pelanggaran disiplin ASN yang memuat tindakan melanggar hukum oleh Gerakan Anti Radikal ITB tidak saja salah alamat, namun gagal paham. GAR ITB seharusnya melakukan riset terutama terhadap dirinya (GAR ITB itu sendiri) agar sadar dulu. Apa yang ditempuh oleh mereka, merupakan wilayah yang bagi mereka sendiri menggambarkan kerumitan pikiran. Sehingga memerlukan abstraksi, dan mereka memang tidak cukup cerdas melihat siapa yg mereka targetkan. Memakai nama besar almamater, seharusnya mereka mendahulukan fungsi kampus dengan melakukan riset dan bedah pemikiran terhadap sikap dan pemikiran Din Syamsuddin,” sindirnya.

Untuk itu, Ia mengatakan, jika hal-hal tersebut diatas diabaikan, dan memang jelas terlihat pengabaian-pengabaian itu. Maka Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara menganggap ini merupakan serangan individu yang harus diselesaikan secara hukum.

“Sebagai tokoh dengan basis organisasi Muhammadiyah pun, semakin jelas bahwa jika ada kritik Muhammadiyah terhadap pemerintah, maka itu tidak berarti Muhammadiyah merupakan oposisi. Muhammadiyah tetaplah gerakan edukasi dan Din Syamsuddin adalah kader Muhammadiyah dua periode memimpin gerakan ini. Tentu saja terdapat hirarki pemikiran ke arah yang sama bahwa apa yg selama ini diperjuangkan oleh Din Syamsuddin memiliki esensi edukasi,” tegasnya lagi.

“Mungkin GAR Alumni ITB agak kurang sabar menunggu sampai Pak Din meraih Nobel Perdamaian Dunia dulu agar Joe Biden pun ikut berkomentar,” kuncinya. (Bungsu)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending