Connect with us

Berita Utama

Kasihan! Empat IRT, Satu Diantaranya Ibu Menyusui di Lombak Dipenjarakan

Published

on

Ilustrasi

TELEGRAFNEWS— Empat orang ibu rumah tangga (IRT), satu diantaranya dikabarkan sedang menyusui anaknya, ditahan dan dimasukan ke penjara oleh aparat penegak hukum.

Keempatnya yakni FT,HT, MR dan NR, warrga Desa Wajegeseng, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) setelah berkas tahap dua rampung yang diserahkan penyidik kepolisian.

Dugaan penahanan terhadap mereka, disebabkan kasus dugaan perusakan pabrik rokok yang beroperasi di sekitar tempat tinggal mereka. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2020 lalu, mereka diduga melakukan aksi protes dan melakukan pelemparan ke area pabrik, karena tak tahan terhadap bau tembako yang diproduksi perusahaan rokok tersebut.

Dedi Irawan selaku Kasi Penerangan Hukum Kejati NTB, menjelaskan, penahanan terhadap keempat IRT pada Selasa (16/2) 2021, sekira pukul 10.00 WITA, setelah penyidik dari Polres Lombok Tengah, menyerahkan mereka dan barang bukti.

“Sudah tahap dua, tersangka atas nama HULTIAH DKK, mereka diduga melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP,” kata Dedi seperti dilansir dari cnnindonesia, Senin (22/2) 2021.

Penahanan, lanjut Dedi, disebabkan empat IRT tak kooperatif atas Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama pemeriksaan. Bahkan, pernyataan yang disampaikan tersangka berbelit-belit. Mereka juga menolak upaya restorative justice atau keadilan restoratif yang disarankan kejaksaan.

“S aat tersangka dihadapkan oleh penyidik, mereka tidak ada didampingi oleh pihak keluarga maupun penasihat hukum,” terangnya lagi.

Sepanjang pemeriksaan tahap II, tersangka tidak bersama anak-anaknya. Dan Jaksa mengklaim, sudah memberikan hak-haknya tersangka, guina menghubungi keluarga dan mengajukan penangguhan penahanan. Namun sampai selesai jam kerja kantor, tersangka dan keluarga tak kunjung datang.

” Pasal yang disangkakan memenuhi syarat subyektif dan obyektif berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka keempat tersangka ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum di Polsek Praya Tengah,” ucap Dedi lagi.

Berkas perkara sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Praya, selanujutnya akan disidangkan. Karenanya, mereka bisa dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Praya agar mendapatkan fasilitas yang lebih layak.

Pelimpahan diterima melalui penetapan Hakim PN. Praya Nomor: 37 /Pid.B/2021/PN.Praya tertanggal 17 Februari 2021. Tersangka pun ditahan di Rutan Praya sejak hari itu hingga 18 Maret 2021.

“Bahwa persoalan kenapa ditahan, kami sudah jelaskan dengan pertimbangan di atas dan terhadap para terdakwa sebagaimana KUHAP masih mempunyai hak untuk dilakukan penangguhan penahanan pada tahap selanjutnya yaitu tahap Persidangan,” tukas Dedi.

Terkait penegakan hukum tersebut, kritikan dilayangkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Tahah. Menurutnya, kasus hukum yang dialami keempat IRT asal Lombok. Ada perbedaan penanganan atau perlakuan hukum dengan apa yang menjerat artis Gisella Anastasia.

“Semakin menyedihkan ketika pertimbangan kemanusiaan itu justru diberikan kepada tersangka pidana kesusilaan,” tulis Abdul Rachman melalui keterangan resmi. Sementara, terhadap ibu rumah tangga (IRT) yang peduli pada kesehatan keluarga, nilai kemanusiaan itu justru absen,” kritiknya. (rds/uter/cnn)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending