Connect with us

Manado

JAK Resmi Dilaporkan GPS ke BK DPRD Sulawesi Utara

Published

on

TELEGRAFNEWS- James Arthur Kojongian (JAK) resmi dilaporkan oleh Gerakan Perempuan Sulut (GPS)  ke Badan Kehormatan DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Oknum Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini, dilaporkan berkaitan dengan video trending wanita digeret mobil di Kota Tomohon, minggu kemarin.

Senin (1/2) 2020, GPS bertandang ke kantor DPRD untuk memberikan laporan sekalian menggerakkan penuntasan kasus itu, dengan ending mundurnya JAK atau faksi DPRD lakukan pemberhentian pada JAK.

“Tidak terungkapnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan mengakibatkan korban semakin mengalami luka batin sepanjang hayatnya,” kata Pdt Ruth Ketsia Wangkai, koordinator GPS.

Ruth menerangkan, tragedi kekerasan pada wanita yang terjadi Minggu (24/1) 2021 lalu, di jalan raya Tumatangtang, Kota Tomohon, dan pada akhirnya trending, sangat menyakiti hati wanita dan memunculkan kegelisahan dalam masyarakat.

Menurut dia, peristiwa ini bisa juga melahirkan bermacam pemahaman negatif berkaitan konstruksi sosial-budaya pada status wanita dalam aturan keluarga dan bermasyarakat. Kejadian ini, dipandang benar-benar memalukan dan mencoret citra DPRD Sulut, apa lagi terjadi di muka umum.

“Perbuatan sebagai pejabat dari lembaga terhormat, seharusnya menjadi panutan perilaku moral dan beretika. Kejadian ini juga telah menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Sulut,” tutu Pdt Ruth.

Pdt Ruth mengharap, kejadian ini bisa menjadi momen untuk ungkap beberapa kasus kekerasan yang belum teratasi optimal, terbuka, dan habis bahkan juga tertutup dan ditutup rapat, sebab tidak memunculkan dampak kapok untuk aktor.

“Tidak terungkapnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan mengakibatkan korban semakin mengalami luka batin sepanjang hayatnya,” kata Pdt Ruth.

Gerakan Perempuan Sulut Lawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ialah organisasi yang terbagi dalam beberapa lembaga salah satunya Yayasan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (YAPPA) Sulut, Instansi Pelindungan Anak (LPA) Sulut, Asosiasi Pastoral Indonesia (API) Wilayah XI, Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati) Suluttenggo, Swara Parangpuan Sulut, Yayasan Pelita Kasih Abadi (Peka) Sulut, Lembaga Pendampingan Perempuan dan Anak

“Terung Ne Lumimuut” Sulut, Pusat Studi Gender Universitas Negeri Manado (UNIMA), Yayasan Suara Nurani Minaesa, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Cabang Metro Manado, Persekutuan Perempuan Adat Nusantara AMAN (Perempuan AMAN), Aliansi Masyarkat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Sulut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Persekutuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Sulut, Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GKSI) Sulut, Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (PUKKAT), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulut, Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Manado, Gerakan Cinta Damai Sulawesi Utara (GCDS) dan Pusat Kajian Perempuan LPPM Unsrat Manado. (TN/KUMP)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending