Connect with us

Ekbis

Covid-19 tak Hambat Pertumbuhan Bank SulutGo, Aset Tembus 1,3 Triliun

Published

on

TELEGRAFNEWS – Pandemi Covid-19, tak terlalu mempengaruhi pertumbuhan Bank SulutGo, dalam menunjang perekonomian daerah.  Periode 1 Januari – 31 Desember 2020, kinerja bank milik dua provinsi ini, sukses mencatat kinerja baik.

Laba-rugi bank ini, masih menunggu proses audit yang tengah dilakukan tim akuntan publik, namun perkeriaan laba keuntungannya sudah bisa tergambarkan sepanjang 2019-2020.

“Akuntan publik sementara hitung laba rugi, sudah bisa tergambarkan, Bank SulutGo alami pertumbuhan,” beber Jefry Dendeng selaku Direktur Utama Bank SulutGo, dalam pertemuan dengan media, Kamis (4/2) 2021.

Pertumbuhan Aset juga terlihat jelas, sepanjang tahun 2019, kondisinya tumbuh sebesar 8.63 persen, juga di tahun 2020.

“Aset murninya sebesar 15,1  triliun pada 2019, dan di tahun 2020 menjadi 16,4 triliun sehingga Pertumbuhan mencapai 8,63 persen,” lanjut Dendeng.

Dijelaskan Dendeng juga, untuk Dana Pihak Ketiha (DPK) pada tahun 2019 sebesar 11,9 triliun dan pada tahun 2020 naik menjadi 13,7 triliun.

Direktur Utama Bank SulutGo, Jefry Dendeng saat memberikan penjelasan terkait Kinerja BSG didampingi Direktur Operasional Welan Palilingan dan Direktur Pemasaran, Mahmud Turuis

“Jadi DPK pertumbuhannya 14,10 persen,” jelasnya.

Dari sisi kredit pun demikian,  mengalami pertumbuhan 2.42 persen, dengan uraian tahun 2019 sebesar 12,1 Triliun dan pada tahun 2020 12,4 Triliun.

“Tidak besar pertumbuhan karna adanya pandemi covid cukup banyak berdampak pada pertumbuhan kredit namun demikian tetap bertumbuh.
Jika dibandingkan target  Rencana Bisnis Bank (RBB), hampir smua target bisa kita capai. Yang belum tercapai yakni target kredit 95.57 persen, sedangkan yg lain masih tercapai bahkan terlampaui,” jelasnya.

Senada disampaikan Direktur Operasional Welan Palilingan. Katanya, pertumbuhan transaksi juga ikut mengalami pertumbuhan, sebesar 16 persen. Total transaksi 2019 sebesar 11.952.000, di tahun 2020 sebesar 13.953.119 persen. Untuk transaksi digital tahun 2020 mencapai 91.6 persen.

“Jadi tidak terlalu ketinggalan bank daerah ini, ke depan kita akan terus mendorong layanan digitalisasi,” pungkasnya didampingi Direktur Pemasaran Mahmud Turuis.

(juindah pesik)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending